KabarMakassar.com -- Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat STIE dan STKIP YAPTI Cabang Jeneponto menggelar aksi demonstrasi besar-besaran pada puncak Peringatan Hari Sumpah Pemuda, Rabu (28/10) kemarin.
HMI mendesak agar Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Jeneponto bersikap tegas terhadap sejumlah persoalan hukum di daerah. Mahasiswa menegaskan bahwa aksi ini adalah bentuk tanggung jawab moral dalam mengawal supremasi hukum dan kepentingan rakyat.
Dalam orasinya, mahasiswa menyoroti lambannya penanganan sejumlah kasus dugaan korupsi. Mereka khawatir proses hukum tersebut tidak berlanjut hingga tuntas dan menuntut adanya kepastian serta transparansi dari aparat penegak hukum.
Jenderal Lapangan Aksi, Fajar Saputra, dengan tegas menyatakan bahwa pihaknya tidak akan memberikan ruang bagi penegakan hukum yang tumpul ke atas dan tajam ke bawah.
"Kami tegaskan, mahasiswa tidak main-main dalam mengawal persoalan hukum dan keadilan di Jeneponto. Jangan ada lagi penegakan hukum yang sekadar formalitas pemanggilan tanpa kejelasan ujungnya. Kami menuntut transparansi total dan tindakan tegas tanpa pandang bulu," tegas Fajar Saputra di sela-sela aksi.
Dalam tuntutan resminya, HMI Cabang Jeneponto mendesak Kepala Kejari Jeneponto untuk mempercepat penanganan dugaan tindak pidana korupsi yang menyeret Dinas PUPR Kabupaten Jeneponto, khususnya pada Bidang Cipta Karya.
Mahasiswa menilai, proses hukum yang berjalan saat ini terkesan lamban dan menuntut agar Kejari transparan dalam mempublikasikan perkembangan perkara kepada masyarakat luas. Mereka menolak keras segala bentuk penegakan hukum yang berhenti pada tahap pemeriksaan saksi semata tanpa adanya kepastian penetapan tersangka berdasarkan alat bukti yang sah.
Selain kasus di Dinas PUPR, massa aksi juga menyoroti sektor pengadaan di bidang pertanian. HMI secara khusus meminta Kejari Jeneponto untuk turun tangan mengawasi proyek pengeboran yang dikerjakan oleh kelompok tani melalui Dinas Pertanian.
Pengawasan ketat ini dinilai krusial guna mencegah adanya penyelewengan anggaran maupun praktik culas yang menguntungkan segelintir oknum.
"Jangan sampai ada permainan dalam proyek pengeboran Dinas Pertanian yang dikerjakan kelompok tani. Rakyat hari ini butuh bukti nyata, bukan janji-janji kosong dari para pemangku kebijakan," tambah Fajar.
Aksi yang berlangsung dengan pengawalan ketat aparat kepolisian ini ditutup dengan pernyataan sikap tegas mahasiswa. HMI memastikan akan terus memantau perkembangan seluruh poin tuntutan tersebut dan siap kembali turun ke jalan dengan massa yang lebih besar jika institusi penegak hukum gagal menunjukkan progres yang signifikan.
Penulis: Nasrullah Patha