Langsung ke konten
News

Perempuan Tallo dan Buloa Dilatih Budidaya Ikan, Perkuat Ekonomi Keluarga

Yayasan Rumah Mama Sulsel melatih perempuan di Kelurahan Tallo dan Buloa memelihara ikan untuk mendukung ketahanan pangan dan ekonomi keluarga.

Nofisari Diperbarui
Pelatihan Perempuan Tallo dan Buloa (Dok: Ist)
Pelatihan Perempuan Tallo dan Buloa (Dok: Ist)

KabarMakassar.com - Yayasan Rumah Mama Sulawesi Selatan memperkuat kapasitas perempuan di Kelurahan Tallo dan Buloa melalui pelatihan pemeliharaan ikan.

Program ini diarahkan untuk mendukung ketahanan pangan sekaligus meningkatkan ekonomi keluarga melalui pengelolaan kolam ikan secara berkelompok.

Pelatihan tersebut merupakan bagian dari kerja sama dengan Climate Catalytic Fund (CCF) yang dikelola IOM Indonesia dengan dukungan Uni Eropa. Kegiatan ini melibatkan dua kelompok perempuan dari Kelurahan Tallo dan Buloa.

Materi pelatihan mencakup teknik pemeliharaan ikan yang dibawakan M. Ghufran H. Kordi K. serta pemanfaatan hasil pemeliharaan ikan untuk kebutuhan keluarga dan pemberdayaan ekonomi yang disampaikan Junardi Jufri.

Lusia Palulungan menjelaskan, kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan perempuan dalam memelihara ikan serta mengoptimalkan pemanfaatannya untuk ketahanan pangan dan ekonomi keluarga.

“Tujuan kegiatan ini untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan perempuan dalam pemeliharaan ikan dan pemanfaatannya untuk ketahanan pangan dan ekonomi keluarga yang ramah lingkungan,” jelas Lusia dalam keterangannya, Sabtu (24/10).

Koordinator Program, Alita Karena, mengatakan kolam ikan yang telah disediakan akan dikelola masing-masing kelompok perempuan di Kelurahan Tallo dan Buloa. Hasil pemeliharaan ikan nantinya dimanfaatkan untuk mendukung kegiatan kelompok berdasarkan kesepakatan bersama.

“Pemeliharaan ikan di kolam yang telah disediakan akan dikelola oleh masing-masing kelompok di Kelurahan Buloa dan Tallo. Hasilnya akan digunakan untuk kegiatan kelompok terkait dengan memperkuat distribusi air bersih, pemeliharaan alat pendingin dan kegiatan lainnya sesuai dengan kesepakatan kelompok,” ujar Alita.

Sementara itu, Seniwati, salah seorang penanggung jawab kolam ikan, menyambut positif pelatihan tersebut. Ia menilai kegiatan ini memberikan tambahan pengetahuan dan meningkatkan kapasitas anggota kelompok dalam mengelola pemeliharaan ikan.

Dalam kegiatan tersebut, peserta juga menyepakati pembagian peran di antara anggota kelompok untuk memastikan pemeliharaan kolam berjalan baik. Pengelolaan bersama diharapkan dapat menghasilkan ikan yang berkualitas dan dimanfaatkan untuk mendukung kebutuhan serta kegiatan kelompok.

 

Penulis: Nursinta

Pilihan Lain

Berita Terkait

Lihat Semua