kabarbursa.com
kabarbursa.com
banner 728x250
News  

Perempuan Disabilitas di Lutim Diduga Dirudapaksa Oknum Caleg

banner 468x60

KabarMakassar.com — Perempuan berkebutuhan khusus dengan disabilitas intelektual berinisial AF (21) diduga dirudapaksa oleh 3 terduga yang satu diantaranya yakni NC merupakan oknum Calon Legislatif (Caleg) pada Rabu (15/11).

Peristiwa tersebut terjadi di salah satu hotel di Sorowako, Luwu Timur dimana tiga terduga merupakan tamu hotel yang menginap.

Pemprov Sulsel

Bibi korban, Masniati menjelaskan awal kronologi kejadian bahwa korban dibawa masuk oleh seorang pegawai hotel berinisial EB.

Bibi dan paman korban yang panik mencari korban lantas mendatangi hotel dan menanyai keberadaan korban serta meminta rekaman CCTV.

"Atas keterangan saya punya keluarga yang lihat korban masuk di dalam hotel saya datangi hotel lalu saya ketemu ini si EB dan saya minta dilihatkan CCTV biar saya lihat dimana keponakan ku tapi ini si EB bilang dia mau cari dulu katanya," ungkapnya saat ditemui, Rabu (29/11).

Tak lama kemudian, AF muncul dari atas tangga hotel lalu bibi korban langsung menanyakan darimana korban berasal dan atas pembujukan keluarga, korban menunjukkan bahwa ia keluar dari kamar tamu 208.

Bibi dan paman korban lantas mengetuk dan membuka pintu kamar 208 dan menemukan tiga pria didalamnya serta bukti bekas bercak darah pada seprei kasur.

"Jadi setelah kita bujuk ini korban untuk jujur dia tunjukkan kita dia keluar dari kamar 208 dan didalam situ ada tiga laki-laki", sambungnya.

Masniati menerangkan dari pengakuan korban, AF mengaku dipaksa melayani nafsu bejat tiga pria tersebut dan bahkan sempat ditampar.

Bibi korban pun telah mengajukan laporan kepolisian di Polres Luwu Timur terkait dugaan pemerkosaan pada Kamis (16/11) dengan Laporan Polisi Nomor : LP/B/87/XI/2023/SPKT/POLRES LUWU TIMUR/POLDA SULAWESI SELATAN. Namun hingga kini belum ada penetapan tersangka dalam kasus tersebut.

Masniati juga mengaku korban sempat dirawat di rumah sakit karena mengalami luka dan pendarahan pada kelamin korban.

"Keponakan saya ini diopname karena pas kita pulang dari Polres dia mengeluh sakit jadi kita pulang bawa langsung ke rumah sakit ternyata pendarahan di vaginanya dan itu dia diopname dua hari", jelasnya

PDAM Makassar