Langsung ke konten
News

Penumpang Pesawat Internasional di Sulsel Turun Drastis 37,93 Persen

BPS Sulsel mencatat penumpang pesawat internasional turun 37,93 persen secara tahunan, sementara angkutan barang laut dalam negeri tumbuh 12,11 persen secara kumulatif.

Nofisari Diperbarui
Ilustrasi Bandara Internasional Sultan Hasanuddin (Dok : KabarMakassar)
Ilustrasi Bandara Internasional Sultan Hasanuddin (Dok : KabarMakassar)

KabarMakassar.com — Jumlah penumpang angkutan udara internasional di Sulawesi Selatan (Sulsel) mengalami penurunan tajam sebesar 37,93 persen secara tahunan.

Di tengah pelemahan tersebut, angkutan barang melalui laut dalam negeri justru mencatat pertumbuhan kumulatif sebesar 12,11 persen.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Sulsel yang dirilis pada 2 Oktober 2026, jumlah penumpang pesawat internasional tercatat sebanyak 25,32 ribu orang. Angka ini turun 2,01 persen dibandingkan bulan sebelumnya dan menyusut 10,14 persen secara kumulatif.

Penurunan juga terjadi pada angkutan barang melalui udara. Volume barang angkutan udara internasional tercatat 489,18 ton, terkoreksi 34,63 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Secara bulanan, volumenya turun 4,82 persen, sedangkan secara kumulatif berkurang 9,09 persen.

Pelemahan tidak hanya terjadi pada rute internasional. Jumlah penumpang angkutan udara domestik mencapai 756,22 ribu orang, turun 4,90 persen secara bulanan dan 3,21 persen secara tahunan. Namun, jika dihitung secara kumulatif, jumlah penumpang domestik masih tumbuh 1,64 persen.

Pada sektor logistik udara domestik, volume barang tercatat sebesar 12.685,89 ton. Angka tersebut turun 4,19 persen dibandingkan bulan sebelumnya dan 3,48 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Secara kumulatif, volume barang menyusut 8,08 persen.

Berbeda dengan transportasi udara, angkutan barang melalui laut dalam negeri menunjukkan tren positif. BPS Sulsel mencatat volume barang yang diangkut melalui jalur laut mencapai 1.815,75 ribu ton.

Volume tersebut meningkat 4,00 persen secara bulanan dan 8,00 persen secara tahunan. Secara kumulatif, pertumbuhannya mencapai 12,11 persen.

Sementara itu, jumlah penumpang angkutan laut dalam negeri mencapai 242,97 ribu orang. Meski turun 9,13 persen dibandingkan bulan sebelumnya, jumlah penumpang meningkat 20,01 persen secara tahunan dan tumbuh 4,38 persen secara kumulatif.

Data tersebut memperlihatkan perbedaan perkembangan aktivitas transportasi di Sulawesi Selatan. Sejumlah indikator angkutan udara mengalami kontraksi, terutama pada penerbangan internasional, sedangkan angkutan barang melalui laut dalam negeri masih mencatat pertumbuhan.

Meski demikian, data tersebut belum menjelaskan faktor penyebab penurunan maupun peningkatan pada masing-masing sektor transportasi.

 

Penulis: Nursinta

Pilihan Lain

Berita Terkait

Lihat Semua