Langsung ke konten
News

Pendidikan Politik Demokrat Sulsel, Kesbangpol Dorong Pelajar Kritis Hadapi Era Digital

Pendidikan politik Demokrat Sulsel menyasar ratusan pelajar di Makassar untuk meningkatkan pemahaman demokrasi, literasi informasi, dan peran pemilih muda.

Nofisari
Pendidikan politik Partai Demokrat Sulawesi Selatan (Dok: KabarMakassar)
Pendidikan politik Partai Demokrat Sulawesi Selatan (Dok: KabarMakassar)

KabarMakassar.com — Pendidikan politik Partai Demokrat Sulawesi Selatan menyasar generasi muda dengan melibatkan ratusan pelajar dari berbagai sekolah di Kota Makassar.

Kegiatan yang digelar DPD Partai Demokrat Sulsel tersebut berlangsung di Hotel Claro Makassar, Sabtu (03/10).

Kegiatan ini dihadiri Sekretaris Kesbangpol Sulsel Ukrima Rijal, Ketua DPD Demokrat Sulsel Ni'matullah, Sekretaris DPD Demokrat Sulsel Haidar Madjid, sejumlah anggota DPRD Sulsel dari Fraksi Demokrat, serta ratusan pelajar.

Dalam sambutannya, Ukrima mengapresiasi Demokrat Sulsel yang menggelar pendidikan politik dengan melibatkan generasi muda. Ia menyebut kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkenalkan kehidupan demokrasi kepada pelajar.

"Atas nama Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, khususnya Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi Sulawesi Selatan, kami menyampaikan apresiasi kepada DPD Partai Demokrat Provinsi Sulawesi Selatan yang telah menyelenggarakan kegiatan pendidikan politik bagi generasi muda," kata Ukrima.

Menurutnya, pendidikan politik tidak hanya berkaitan dengan partai politik maupun pemilihan umum. Lebih luas, pendidikan politik diperlukan untuk membangun kesadaran masyarakat mengenai hak dan kewajiban sebagai warga negara.

Ia menilai generasi muda memiliki posisi penting dalam menentukan arah demokrasi ke depan. Karena itu, pelajar perlu mendapatkan pemahaman mengenai proses politik sekaligus memiliki kemampuan untuk menyikapi informasi secara kritis.

"Di era digital seperti sekarang ini, kemampuan untuk menyaring informasi juga menjadi hal yang sangat penting. Setiap hari kita menerima begitu banyak informasi, baik melalui media sosial dan berbagai platform digital," ujarnya.

Ukrima mengingatkan pelajar agar tidak langsung mempercayai seluruh informasi yang diterima melalui media sosial. Menurutnya, generasi muda perlu membangun kebiasaan membaca, memeriksa informasi, berdiskusi, serta menghargai perbedaan pendapat.

Ia juga meminta para pelajar tidak menjadikan perbedaan pilihan politik, pandangan maupun latar belakang sebagai alasan untuk saling bermusuhan.

"Jangan sampai perbedaan pilihan, perbedaan pandangan, ataupun perbedaan latar belakang menjadi alasan untuk saling bermusuhan. Justru dalam kehidupan berdemokrasi, perbedaan merupakan sesuatu yang harus kita sikapi dengan kedewasaan," katanya.

Ukrima mengatakan partai politik memiliki peran dalam memberikan pendidikan politik kepada masyarakat. Karena itu, ia berharap kegiatan semacam ini tidak berhenti pada penyampaian materi, tetapi menjadi ruang dialog bagi generasi muda untuk memahami demokrasi dan kehidupan politik secara objektif.

Ia juga mendorong pelajar yang mengikuti kegiatan tersebut untuk aktif bertanya dan berdiskusi. Menurutnya, pemahaman politik seharusnya dibangun berdasarkan proses dan fakta, bukan semata-mata informasi yang diterima dari media sosial.

"Jangan hanya jadi peserta yang mendengarkan. Jadilah peserta yang aktif bertanya, berdiskusi, dan menyampaikan pendapat. Tidak perlu takut untuk bertanya apabila ada hal-hal yang belum dipahami," tutur Ukrima.

Ukrima juga menyinggung potensi pemilih muda dalam Pemilu 2029. Ia menyebut berdasarkan proyeksi yang disampaikannya, jumlah penduduk pemilih di Sulsel pada 2029 diperkirakan mencapai sekitar 7,2 juta orang, dengan sekitar 6,5 hingga 7 persen di antaranya berasal dari kelompok usia 17 sampai 19 tahun.

Menurutnya, besarnya potensi pemilih muda tersebut menjadi salah satu alasan pentingnya pendidikan politik diberikan sejak bangku sekolah.

"Potensinya cukup besar sehingga kegiatan ini dilaksanakan pada hari ini," ujarnya.

Ukrima berharap pendidikan politik bagi generasi muda dapat melahirkan pelajar yang memiliki wawasan kebangsaan, memahami nilai-nilai Pancasila, menghargai keberagaman, serta memiliki kesadaran untuk ikut menjaga persatuan dan kehidupan demokrasi.

Ia juga mengingatkan bahwa pemuda sejak dahulu memiliki peran dalam perjalanan bangsa. Karena itu, generasi muda saat ini dinilai perlu mempersiapkan diri melalui pengetahuan, pengalaman, dan pemahaman mengenai kehidupan berbangsa dan bernegara.

"Pemuda memiliki peran yang sangat penting dalam negara kita. Adik-adik semua menjadi bagian dari itu. Tentu dari bimbingan guru-gurunya," katanya.

Sementara itu, ratusan pelajar dari berbagai sekolah di Makassar mengikuti rangkaian pendidikan politik tersebut. Kegiatan ini menjadi salah satu agenda DPD Demokrat Sulsel dalam memberikan pemahaman politik kepada generasi muda.

 

Penulis: Nursinta

Pilihan Lain

Berita Terkait

Lihat Semua