Langsung ke konten
News

Pemprov Sulsel Siapkan Rp10 Miliar untuk Masjid Asrama Haji

Pemprov Sulsel menyiapkan bantuan Rp10 miliar untuk pembangunan masjid di Asrama Haji dan lahan 3.000 meter persegi untuk kantor wilayah Kementerian Haji dan Umrah Sulsel.

Nofisari Diperbarui
Pemprov menyerahkan bantuan Rp10 miliar untuk pembangunan masjid di Asrama Haji (Dok: Ist)
Pemprov menyerahkan bantuan Rp10 miliar untuk pembangunan masjid di Asrama Haji (Dok: Ist)

KabarMakassar.com -- Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Selatan (Sulsel) menyiapkan bantuan Rp10 miliar untuk pembangunan masjid di Asrama Haji serta lahan seluas 3.000 meter persegi untuk kantor wilayah Kementerian Haji dan Umrah Sulsel.

Dukungan tersebut disampaikan Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman saat menghadiri Sulsel Expo 2026 UMKM dan Ekosistem Haji dan Umrah di Taman Hasanuddin, Kabupaten Gowa, Sabtu (17/10).

Kegiatan bertajuk Sinergi Membangun Ekosistem UMKM Haji dan Umrah yang Berdaya Saing dan Berkelanjutan itu turut dihadiri Menteri Haji dan Umrah RI Mochamad Irfan Yusuf, Ketua DPRD Sulsel Andi Rachmatika Dewi, Penjabat Sekretaris Daerah Sulsel Andi Winarno Eka Putra, Bupati Gowa Darmawangsyah Muin, serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).

Dalam kegiatan tersebut, Andi Sudirman menyampaikan dukungan pemerintah provinsi terhadap pengembangan fasilitas penyelenggaraan ibadah haji dan umrah di Sulawesi Selatan.

Bantuan untuk pembangunan masjid di Asrama Haji dan penyediaan lahan bagi kantor wilayah Kementerian Haji dan Umrah menjadi bagian dari dukungan tersebut.

Selain pembangunan fasilitas, Pemprov Sulsel mendorong agar pengembangan ekosistem haji dan umrah juga membuka ruang bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) setempat.

Pemerintah daerah menilai besarnya jumlah jemaah asal Sulawesi Selatan dapat menjadi peluang bagi produk lokal untuk menjangkau pasar yang lebih luas.

Andi Sudirman mengatakan, Sulawesi Selatan memiliki potensi untuk menjadi salah satu pusat pengembangan ekosistem haji dan umrah di kawasan Indonesia Timur.

Potensi itu, menurutnya, perlu diikuti dengan keterlibatan pelaku usaha lokal dalam memenuhi kebutuhan jemaah.

Salah satu peluang yang disoroti ialah penyediaan makanan khas daerah bagi jemaah selama berada di Tanah Suci.

Keterlibatan UMKM dalam rantai penyediaan kebutuhan tersebut diharapkan dapat memperluas pemasaran produk Sulsel di luar daerah, termasuk ke pasar yang berkaitan dengan penyelenggaraan ibadah haji dan umrah.

“Kita berharap ke depan ada peluang bagi pelaku UMKM Sulsel untuk mengambil bagian dalam ekosistem haji dan umrah di Tanah Suci,” ujarnya.

Menurut Andi Sudirman, keterlibatan UMKM lokal dapat menjadi salah satu cara untuk memperluas pasar produk daerah sekaligus meningkatkan kemampuan pelaku usaha dalam bersaing.

Namun, peluang tersebut membutuhkan dukungan dan koordinasi agar produk UMKM dapat memenuhi kebutuhan serta ketentuan yang berlaku dalam penyediaan barang dan jasa bagi jemaah.

Ia juga menekankan perlunya sinergi pemerintah pusat dan daerah dalam pengembangan sektor tersebut.

Kerja sama itu diharapkan dapat berjalan beriringan dengan upaya meningkatkan kualitas pelayanan kepada jemaah serta membuka peluang ekonomi bagi masyarakat Sulawesi Selatan.

“Insya Allah, melalui sinergi pemerintah pusat dan daerah, kita berharap pelayanan jemaah semakin baik dan UMKM Sulsel semakin berdaya saing,” tuturnya.

Dalam kesempatan itu, Andi Sudirman turut menyampaikan apresiasi kepada Menteri Haji dan Umrah RI atas pelaksanaan kegiatan di Sulawesi Selatan.

Ia juga mendoakan agar menteri diberikan kesehatan dan kesuksesan dalam menjalankan amanah serta penyelenggaraan ibadah haji dan umrah dapat berlangsung lancar.

Melalui pengembangan ekosistem tersebut, Pemprov Sulsel berharap pelaku UMKM daerah memiliki kesempatan lebih besar untuk terlibat dalam pemenuhan kebutuhan jemaah.

 

Penulis: Syamsi Nur Fadhila

Pilihan Lain

Berita Terkait

Lihat Semua