KabarMakassar.com — Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan mempercepat perbaikan jaringan irigasi melalui proyek multi years sebagai langkah antisipasi menghadapi dampak El Nino yang diperkirakan memicu kekeringan dan mengganggu daerah sumber pangan.
Sekretaris Daerah Sulawesi Selatan, Jufri Rahman, mengatakan, dampak El Nino diprediksi paling dirasakan di wilayah penghasil pertanian. Kondisi tersebut berpotensi memengaruhi ketersediaan air bersih dan produksi pangan jika tidak diantisipasi sejak dini.
“Jadi begini, yang paling terdampak nanti itu adalah daerah penghasil pertanian, dan bukan cuma itu, tapi secara umum, seluruh masyarakat terdampak. Sudah ada peringatan dari banyak pihak untuk mempersiapkan diri, melakukan mitigasi sejak awal,” kata Jufri, Senin (20/04).
Ia menegaskan, potensi kekeringan akibat El Nino dapat berdampak langsung terhadap ketersediaan sumber air bersih. Karena itu, masyarakat perlu diedukasi untuk menggunakan air secara bijak dan efisien.
“Pasti akan terjadi kelangkaan air bersih, karena sumber mata air pasti akan terpengaruh. Masyarakat mesti diedukasi sekarang bagaimana memanfaatkan air itu dengan efektif dan efisien sehingga dalam kondisi alam yang pastinya debit air akan menurun, kita sudah terbiasa dengan hal seperti itu,” ujarnya.
Menurut Jufri, pemerintah daerah melalui organisasi perangkat daerah terkait telah diminta menyiapkan langkah-langkah antisipasi dan mitigasi menghadapi potensi dampak El Nino.
“Terkait dengan kebijakan pemerintah sendiri, tentu dinas terkait juga sudah harus membuat langkah-langkah antisipasi, sekaligus mitigasi, dan menyiapkan solusi atas menjelang terjadinya yang diramalkan itu. Tentu di Dinas Ketahanan Pangan, kemudian Dinas Pertanian, kemudian di PSDA bagaimana,” jelasnya.
Selain itu, Pemprov Sulsel saat ini tengah melaksanakan perbaikan jaringan irigasi dengan nilai anggaran sekitar Rp765 miliar melalui proyek multi years.
Proyek tersebut diharapkan dapat meningkatkan ketersediaan air bagi sektor pertanian sekaligus menekan dampak kekeringan.
“Sekarang ini di proyek multi years Rp3,7 triliun, ada juga perbaikan jaringan irigasi,” katanya.
Ia berharap proyek tersebut dapat segera berfungsi optimal sebelum dampak El Nino mencapai puncaknya, sehingga mampu mengurangi dampak yang ditimbulkan.
“Kita berharap sebelum itu tiba, ini sudah bisa efektif, sehingga tentu saja akan minimal menurunkan sedikit dampaknya, dibanding kalau tidak beroperasi,” pungkasnya.
Sebelumnya, Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, telah melakukan groundbreaking sekaligus peletakan batu pertama rehabilitasi Daerah Irigasi (DI) Paket 2 MYP Tahun Anggaran 2026-2027.
Kegiatan ini dipusatkan di DI Leworeng, Desa Tottong, Kecamatan Donri-donri, Kabupaten Soppeng, pada Rabu (8/4) lalu.
Andi Sudirman berharap proyek ini dapat berjalan lancar, selesai tepat waktu, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya petani di wilayah tersebut.
“Kami berharap ini dapat berjalan lancar, tepat waktu dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” katanya.
Sekadar diketahui, dari total anggaran untuk Program MYP sebesar Rp3,7 triliun, Pemprov Sulsel mengalokasikan Rp764 miliar untuk bidang pembangunan irigas dengan cakupan layanan area irigasi seluas kurang lebih 54.000 hektare.














