KabarMakassar.com - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Toraja Utara bersama Anggota DPR RI Komisi XIII, Irjen Pol (Purn) Frederik Kalalembang, melaksanakan kegiatan Penguatan Kapasitas (Capacity Building) ASN dengan tema Koordinasi dan Komunikasi Lintas Sektor di Ruang Pola Kantor Bupati Toraja Utara, Jumat (25/09).
Bupati Toraja Utara, Frederik Victor Palimbong dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kehadiran Irjen Pol (Purn) Frederik Kalalembang yang berkenan berbagi pengalaman dan pengetahuan kepada jajaran Pemerintah Kabupaten Toraja Utara.
Menurut Bupati, pengalaman dan pengetahuan yang dimiliki Frederik Kalalembang dapat menjadi pembelajaran bagi jajaran pemerintah daerah, khususnya dalam membangun komunikasi, koordinasi, serta menyelesaikan berbagai persoalan pemerintahan.
“Ketika kita mendapatkan rapor yang kurang baik, kita harus segera melakukan tindak lanjut. Dari persoalan yang kita temukan di lapangan, kita komunikasikan bersama. Kita tidak bisa bekerja sendiri,” ujar Frederik.
Ia menekankan pentingnya jajaran pemerintah daerah turun langsung ke lapangan untuk menemukan berbagai persoalan dan menjadikannya sebagai bahan dalam merumuskan solusi serta inovasi pelayanan.
Bupati juga mengapresiasi perhatian Frederik Kalalembang terhadap Kabupaten Toraja Utara, termasuk dukungan dalam pengembangan akses internet dan transformasi digital di daerah.
Ia menambahkan, bahwa peningkatan kinerja pemerintahan membutuhkan komunikasi yang berkelanjutan serta kemampuan untuk mengantisipasi persoalan sebelum berkembang menjadi masalah yang lebih besar.
“Kalau komunikasi terus dibangun, persoalan dapat diingatkan dan diantisipasi sejak awal,” katanya.
Ia juga menyoroti pentingnya fokus dalam pengembangan sektor pariwisata. Menurutnya, pemerintah daerah perlu memprioritaskan sejumlah destinasi utama agar pengembangan dapat dilakukan secara lebih terarah dan terukur.
Senada dengan itu, Wakil Bupati Toraja Utara Andrew Branch Silambi, menyampaikan bahwa kegiatan capacity building tersebut memiliki relevansi strategis dalam meningkatkan kapasitas ASN, khususnya dalam membangun komunikasi dan koordinasi lintas sektor.
“Kegiatan ini menjadi momentum bagi kita untuk meningkatkan keterampilan berkomunikasi, membangun kemampuan negosiasi, menyatukan persepsi, serta menyelesaikan berbagai persoalan dalam penyelenggaraan pemerintahan,” ungkapnya.
Wakil Bupati juga mengajak seluruh peserta, khususnya para Kepala OPD, sekretaris perangkat daerah dan Camat, memanfaatkan kegiatan tersebut untuk menambah wawasan, memperluas jaringan koordinasi, serta meningkatkan profesionalisme dalam melaksanakan tugas.
Ia menegaskan bahwa hasil kegiatan tidak berhenti pada forum diskusi, tetapi harus ditindaklanjuti melalui implementasi nyata dalam peningkatan kualitas pelayanan publik dan kinerja pemerintahan.
Sementara itu, Irjen Pol (Purn) Frederik Kalalembang dalam arahannya mendorong Pemerintah Kabupaten Toraja Utara untuk terus memperkuat komunikasi, koordinasi dan kolaborasi, sekaligus lebih fokus dalam mengembangkan potensi daerah, khususnya sektor pariwisata.
Frederik yang dikenal sebagai putra Toraja menyampaikan bahwa pengembangan pariwisata tidak harus dilakukan dengan membuka terlalu banyak objek wisata. Pemerintah, menurutnya, perlu memilih beberapa destinasi unggulan sesuai kemampuan anggaran dan mengelolanya secara optimal.
“Tidak perlu terlalu banyak objek wisata. Pilih dua atau tiga sesuai kemampuan anggaran, kemudian fokus dan kelola dengan baik. Perhatikan kebersihan, keamanan, kenyamanan, akses jalan, tempat parkir, toilet, air, jaringan internet dan fasilitas pendukung lainnya,” ujarnya.
Ia juga mendorong agar kekayaan budaya Toraja, termasuk tradisi Rambu Solo’, dapat terus dikembangkan sebagai bagian dari daya tarik wisata dengan tetap menjaga nilai-nilai budaya yang ada.
Menurutnya, pengembangan pariwisata harus memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat melalui kolaborasi antara pemerintah, masyarakat dan pelaku usaha, sehingga dapat mendorong pertumbuhan sektor kuliner, penginapan, transportasi dan berbagai usaha pendukung lainnya.
Selain sektor pariwisata, Frederik menekankan pentingnya komunikasi dan koordinasi dalam penyelenggaraan pemerintahan.
“Bupati tidak bisa bekerja sendiri. Ada Wakil Bupati, Sekretaris Daerah dan seluruh jajaran. Semuanya harus berjalan melalui komunikasi dan koordinasi yang baik,” tegasnya.
Ia mengingatkan agar komunikasi tidak hanya dilakukan ketika persoalan telah muncul, tetapi harus dibangun sejak awal sebagai bagian dari upaya pencegahan dan penyelesaian masalah.
Frederik juga mengajak jajaran Pemerintah Kabupaten Toraja Utara untuk memperhatikan hal-hal mendasar seperti kebersihan, kerapian, kedisiplinan dan kualitas pelayanan karena hal tersebut turut membentuk citra pemerintah di mata masyarakat maupun para tamu yang datang ke Toraja Utara.
Di akhir arahannya, ia mendorong jajaran pemerintah daerah untuk terus membangun jaringan dan hubungan kerja yang baik di berbagai tingkatan.
“Yang paling penting adalah bagaimana kita membangun hubungan kerja yang baik. Kita tidak bisa bekerja sendiri. Semua harus berjalan bersama melalui komunikasi, koordinasi dan kerja sama,” pungkasnya.
Kegiatan ini juga di hadiri oleh Sekretaris Daerah Salvius Pasang, para staf ahli bupati, Asisten, Kepala OPD, para Camat, dan sejumlah Stekholder terkait.
Penulis: Jerni Bening