KabarMakassar.com -- Aksi pembobolan fasilitas pendidikan di Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan, kian marak terjadi. Baru-baru ini, dua sekolah dasar, yakni UPT SD Negeri 8 Binamu dan UPT SD Negeri 18 Agang Jene, Kecamatan Binamu, menjadi sasaran aksi pencurian.
Di UPT SD Negeri 8 Binamu, pembobolan diketahui telah terjadi pada awal Oktober 2026. Pelaku menyasar area vital sekolah dengan merusak akses masuk.
Kepala Sekolah UPT SD Negeri 8 Binamu, Ernawati. DL, mengungkapkan bahwa pelaku berhasil menggasak barang inventaris sekolah berupa satu unit speaker yang baru saja dibeli serta sejumlah barang berharga lainnya.
"Kejadiannya pada 3 Oktober 2026 lalu. pelaku melakukan aksinya dengan membobol ruangan kepala sekolah dan salah satu ruang kelas guru," ujarnya belum lama ini.
Pihak sekolah telah melaporkan insiden ini secara resmi pada 7 Oktober 2026 dan kasusnya kini tengah didalami oleh Sat Reskrim Polres Jeneponto.
Sementara itu, nasib serupa juga dialami UPT SD Negeri 18 Agang Jene pada Minggu (18/10/2026) malam. Aksi nekat ini merupakan kejadian ketiga kalinya yang dialami oleh pihak sekolah.
Dalam aksi terakhirnya, pelaku diduga masuk dengan cara memanjat pagar, merusak pintu kantor, serta menjebol ruang guru dan ruang penyimpanan barang. Untuk mengaburkan jejak kejahatannya, pelaku bahkan nekat mencopot paksa kamera CCTV yang terpasang di area sekolah.
Dari lokasi kejadian, pelaku berhasil mengondol dua unit laptop dan tiga unit televisi milik sekolah.
"Kejadiannya Ahad 18 Oktober pada malam Senin. Kami dari pihak sekolah sudah buat laporan resmi ke Polsek Binamu pada Senin pagi. Kamera CCTV sengaja dicopot paksa oleh pelaku. Ini sudah kejadian ketiga kali, kami sangat berharap pelakunya bisa segera tertangkap," ujar Kepala Sekolah SDN 18 Agang Jene, Syahriah Sidjaya.
Kasus pembobolan berulang di dua sekolah ini kini tengah ditangani pihak kepolisian demi mengusut tuntas identitas dan keberadaan para pelaku.
Penulis: Nasrullah Patha