Langsung ke konten
News

Pejabat Kabupaten Kota Berpeluang Duduki Kursi Eselon II Pemprov Sulsel

Pejabat kabupaten/kota berpeluang mengisi 10 jabatan eselon II Pemprov Sulsel melalui mekanisme talent pool. Simak penjelasan Gubernur Andi Sudirman Sulaiman.

Nofisari Diperbarui
Ilustrasi jabatan kosong (Dok: Ist)
Ilustrasi jabatan kosong (Dok: Ist)

KabarMakassar.com -- Pejabat dari pemerintah kabupaten/kota berpeluang mengisi jabatan pimpinan tinggi pratama atau eselon II yang masih kosong di Pemprov Sulsel. Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) Andi Sudirman Sulaiman menyebut proses pengisian sepuluh jabatan itu kini tengah dipersiapkan.

Menurut Andi Sudirman, tahap awalnya adalah uji kompetensi (ukom). Hasilnya akan menjadi dasar penataan ulang struktur dan jabatan fungsional di lingkungan Pemprov Sulsel.

“Ada rencana, sudah sering. Cuma belum, karena kita lagi ingin melaksanakan ini semacam ukom uji kompetensi untuk menata ulang dulu terkait struktur dan fungsionalnya,” ujar Andi Sudirman, Senin (12/10).

Ia menjelaskan, proses itu berkaitan dengan penerapan manajemen talenta atau talent pool. Lewat sistem ini, pemprov dapat memetakan kompetensi pejabat agar ditempatkan di posisi yang sesuai dan strategis.

“Karena kita ini lagi masuk talent pool, sehingga memungkinkan untuk melaksanakan ukom, baik pejabat struktural maupun fungsional, untuk kemudian melihat posisi-posisi apa yang cocok dan strategis untuk teman-teman di eselon,” jelasnya.

Gubernur juga membuka kemungkinan jabatan eselon II diisi pejabat dari luar Pemprov Sulsel. Pejabat kabupaten/kota yang masuk talent pool bisa dipertimbangkan untuk menduduki jabatan tertentu.

“Bisa, karena talent pool itu yang penting kabupaten dan kota itu juga talent pool, kita bisa langsung ambil, tidak perlu lelang, bisa langsung masuk di kotak 9, kotak 8, 7,” katanya.

Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Sulsel Erwin Sodding mengungkapkan, pihaknya telah memetakan sejumlah nama pejabat kabupaten/kota yang berpotensi memimpin organisasi perangkat daerah (OPD) di Pemprov Sulsel.

“Sudah ada beberapa nama yang sebenarnya kita tembak-tembak ini, kita senter-senter ini dari kabupaten. Untuk kepala dinas. Ada beberapa kepala dinas yang dianggap rising star juga di daerahnya, sempatlah menjadi ketertarikan,” kata Erwin.

Meski demikian, keputusan akhir tetap di tangan gubernur. BKD hanya memetakan kandidat berdasarkan kompetensi dan menyiapkan daftar nama.

“Tapi kan itu kembali lagi ke beliau. Intinya keputusan akhirnya beliau, kami cuma siapkan bursa, silakan Pak Gub ini di dalam, kayaknya belum ada yang cocok di situ, coba profiling lagi,” jelasnya.

Erwin menegaskan, gubernur tidak hanya menimbang kemampuan manajerial dan teknis. Aspek sosial-kultural dan pertimbangan lain juga ikut dinilai.

“Pertimbangannya beliau adalah betul-betul orang yang ditunjuk. Bukan hanya terbaik dari sisi manajerial, dari sisi teknis. Kalau bicara kompetensi kan tiga, manajerial, teknis, sosial-kultural,” ujarnya.

“Tapi kan ada pertimbangan-pertimbangan lain, apakah sisi akhlaknya, apakah sisi lainnya, yang kita tidak bisa, artinya itu menjadi hak prerogatif pimpinan untuk menjustifikasi yang mana orang yang betul-betul,” pungkasnya.

Adapun sepuluh jabatan eselon II di lingkup Pemprov Sulsel yang masih kosong adalah: Kepala Bappelitbangda Sulsel, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Sulsel, Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan Sulsel, Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Sulsel, serta Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian Sulsel.

Kemudian, Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sulsel, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sulsel, Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Sulsel, Direktur Rumah Sakit Khusus Daerah (RSKD) Gigi dan Mulut, dan Kepala Biro Hukum Setda Sulsel.

 

Penulis: Syamsi Nur Fadhila

Pilihan Lain

Berita Terkait

Lihat Semua