Langsung ke konten
News

Panen 8 Ton per Hektare, Bupati Sidrap Targetkan IP 300 di Bolabulu

Bupati Sidrap Syaharuddin Alrif menargetkan indeks pertanaman (IP) 300 di Desa Bolabulu setelah produksi padi mencapai rata-rata 8 ton per hektare.

Nofisari Diperbarui
Bupati Sidrap Syaharuddin saat menghadiri acara Mappadendang di Desa Bolabulu (Dok: Ist)
Bupati Sidrap Syaharuddin saat menghadiri acara Mappadendang di Desa Bolabulu (Dok: Ist)

KabarMakassar.com - Produksi padi di Desa Bolabulu, Kecamatan Pitu Riase, Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), mencapai rata-rata 8 ton per hektare pada musim panen terakhir. Capaian tersebut mendorong Bupati Sidrap Syaharuddin Alrif menargetkan peningkatan frekuensi tanam hingga indeks pertanaman (IP) 300 untuk mendongkrak produksi pada musim berikutnya.

Target tersebut disampaikan Syaharuddin saat menghadiri acara Mappadendang di Desa Bolabulu, Senin (05/10). Ia meminta petani memanfaatkan capaian produksi saat ini sebagai dasar untuk meningkatkan hasil pertanian pada musim tanam selanjutnya.

Bolabulu memiliki areal persawahan sekitar 903 hektare. Seluruh lahan sawah di wilayah tersebut disebut telah berhasil dipanen dengan rata-rata hasil produksi mencapai 8 ton per hektare.

Menurut Syaharuddin, peningkatan produksi tidak hanya bergantung pada hasil panen dalam satu musim. Frekuensi penanaman dalam setahun juga perlu ditingkatkan melalui pengaturan pola tanam yang lebih terencana.

“Pertanian harus terus kita tingkatkan. Kita ingin hasil yang sudah bagus ini semakin meningkat. Target kita adalah IP 300, sehingga dalam satu tahun petani bisa meningkatkan frekuensi tanam dan produksinya,” ujar Syaharuddin.

Untuk mengejar IP 300, keserentakan waktu tanam menjadi salah satu faktor yang ditekankan pemerintah daerah. Petani diharapkan mengikuti jadwal tanam yang telah disepakati agar pengelolaan pertanian dalam satu kawasan dapat dilakukan secara lebih terkoordinasi.

Keserentakan tersebut juga berkaitan dengan pengelolaan sumber daya air dan pengendalian hama. Dengan waktu tanam yang relatif seragam, proses pengawasan tanaman hingga masa panen dapat dilakukan secara lebih efektif.

Syaharuddin mengatakan peningkatan sektor pertanian perlu berjalan beriringan dengan pembangunan sektor lainnya. Pemerintah Kabupaten Sidrap juga mengarahkan pembangunan pada bidang pendidikan dan infrastruktur untuk memperkuat perekonomian masyarakat.

“Kalau pertanian bagus, pendidikan maju, dan infrastruktur juga bagus, maka ekonomi masyarakat akan semakin kuat. Semua sektor harus bergerak bersama,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Mappadendang digelar sebagai bagian dari tradisi masyarakat setelah musim panen. Selain menjadi ungkapan syukur atas hasil pertanian, kegiatan tersebut juga dimanfaatkan untuk memperkuat komunikasi antara pemerintah dan petani mengenai rencana musim tanam berikutnya.

Pemerintah daerah berharap koordinasi antarpetani tetap terjaga ketika memasuki musim tanam baru. Keseragaman jadwal tanam dinilai penting untuk mendukung pengelolaan pertanian secara bersama-sama.

“Yang paling penting adalah kekompakan. Mari kita tanam bersama-sama, mengikuti jadwal yang sudah disepakati, sehingga hasil pertanian kita semakin meningkat,” tuturnya.

Dengan luas sawah sekitar 903 hektare dan rata-rata produktivitas 8 ton per hektare, Bolabulu memiliki basis produksi yang cukup besar untuk didorong lebih lanjut. Pemerintah daerah menargetkan peningkatan produksi melalui penambahan frekuensi tanam, bukan semata mengandalkan peningkatan hasil dalam satu musim.

Hadir dalam kegiatan tersebut bersama Ketua TP PKK Sidrap Haslindah Syaharuddin, Anggota DPRD Dapil IV Kartini Bekka, Kasatpol PP Andi Gusti, Camat Pitu Riase Mukti Ali, dan Kepala Desa Bolabulu.

 

Penulis: Syamsi Nur Fadhila

Pilihan Lain

Berita Terkait

Lihat Semua