KabaMakassar.com - Direktur Utama RSUD Daya Makassar, dr. Andi Any Muliany, mengatakan peningkatan kunjungan pasien, baik anak-anak maupun orang dewasa, terutama terlihat di Instalasi Gawat Darurat (IGD).
"Kami mencatat kenaikan penggunaan obat-obatan untuk menangani keluhan yang berkaitan dengan gangguan pernapasan, seperti obat batuk, demam, dan alergi," katanya, Jumat (16/10).
Menurut Any Muliany, penggunaan obat-obatan tersebut mengalami peningkatan hingga sekitar 80 persen pada September dan Oktober.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa hingga saat ini belum ditemukan pasien dengan kondisi berat.
Pasien yang mengalami keluhan batuk dan sesak napas umumnya berada dalam kondisi stabil dan menunjukkan perkembangan positif setelah mendapatkan penanganan medis.
"Peningkatan kasus memang ada dari sisi jumlah, tetapi kondisi yang berat tidak ada. Semuanya dalam kondisi stabil dan dengan penanganan dokter sudah membaik," jelasnya.
Ia menambahkan, dari enam pasien anak yang masih menjalani perawatan pada Jumat (16/10/2026), seluruhnya dilaporkan mengalami perbaikan kondisi.
Terkait penyebab gangguan pernapasan tersebut, Any menyebut hasil pemeriksaan darah pada pasien menunjukkan adanya virus, tetapi belum mengidentifikasi penyebab spesifik yang dapat dikaitkan langsung dengan kabut asap.
Karena itu, peningkatan keluhan pernapasan tersebut masih memerlukan penilaian medis lebih lanjut untuk memastikan faktor penyebabnya.
"Di tengah peningkatan jumlah pasien, kami RSUD Daya memastikan kesiapan fasilitas pelayanan kesehatan tetap terjaga," tegasnya.
Any Muliany mengatakan ketersediaan tempat tidur masih mencukupi untuk melayani pasien yang membutuhkan perawatan. Begitu pula dengan persediaan obat-obatan yang masih berada dalam kondisi aman.
"Tempat tidur masih tersedia, obat-obatan juga masih cukup. Jadi, untuk kesiapan fasilitas, sejauh ini tidak ada masalah," ungkapnya.
Kondisi tersebut menjadi bagian penting dari kesiapsiagaan rumah sakit dalam mengantisipasi kemungkinan bertambahnya pasien dengan keluhan gangguan pernapasan, terutama selama kualitas udara di Makassar masih menjadi perhatian.
"Kami akan terus memantau perkembangan jumlah kunjungan dan kondisi pasien, sekaligus memastikan masyarakat yang membutuhkan pertolongan medis memperoleh penanganan sesuai kondisi kesehatannya," tukasnya.
Penulis: Nursinta