Langsung ke konten
News

Nyaris Puso, Sawah di Sidrap Hasilkan Gabah Senilai Rp166 Juta

Sawah di Sidrap yang sempat terancam puso berhasil menghasilkan 21,58 ton gabah dengan nilai mencapai Rp166,16 juta dari lahan milik petani Labandung.

Nofisari
Sawah di Sidrap hasilkan gabah 7,1 ton usai sempat dinyatakan nyaris puso (Dok: Ist)
Sawah di Sidrap hasilkan gabah 7,1 ton usai sempat dinyatakan nyaris puso (Dok: Ist)

KabarMakassar.com - Lahan sawah di Desa Talumae, Kecamatan Watang Sidenreng, Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), yang sebelumnya terancam puso akibat keterbatasan air berhasil menghasilkan 21.580 kilogram gabah.

Panen tersebut berasal dari lahan milik petani bernama Labandung dengan produktivitas sekitar 7,1 ton per hektare. Data hasil panen tersebut diterima pada Kamis (01/10).

Hasil tersebut menjadi capaian tersendiri bagi Labandung mengingat kondisi lahan sebelumnya nyaris gagal panen. Keterbatasan pasokan air sempat membuat tanaman padi di lahan tersebut berada dalam kondisi terancam puso.

Labandung mengaku bersyukur karena lahannya akhirnya mampu menghasilkan panen dengan produktivitas yang cukup tinggi. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Bupati Sidrap Syaharuddin Alrif bersama jajaran yang membantu menangani persoalan pengairan di lahan tersebut.

"Terima kasih Pak Bupati, Pak Kadis Pertanian (Dinas TPHPKP), dan Kadis PSDA. Seandainya tanpa bantuan, tidak bisa dapat hasil ini," kata Labandung.

Menurut Labandung, dukungan pemerintah dalam mengatasi persoalan ketersediaan air menjadi salah satu faktor penting sehingga tanaman padinya dapat bertahan hingga masa panen. Ia menilai upaya tersebut memberikan dampak langsung terhadap hasil produksi di lahannya.

Ia juga mengapresiasi langkah Bupati Sidrap bersama jajaran yang turun menangani persoalan saluran irigasi. Menurutnya, penyisiran saluran pengairan hingga malam hari dilakukan untuk mencari solusi atas keterbatasan air yang dialami petani.

"Sehatki, Pak Bupati. Semoga kerja-kerja nyata dan ikhlas ini, Allah SWT memberikan ganjaran pahala. Aamiin," tuturnya.

Berdasarkan hasil panen tersebut, lahan Labandung menghasilkan rata-rata sekitar 7,1 ton gabah per hektare. Jika dikalikan dengan harga Rp7.700 per kilogram, total nilai gabah yang dihasilkan mencapai Rp166.166.000.

 

Penulis: Syamsi Nur Fadhila

Pilihan Lain

Berita Terkait

Lihat Semua