KabarMakassar.com — Ketua DPD Partai Demokrat Sulawesi Selatan, Ni’matullah Erbe, menyoroti tantangan partai politik dalam membuktikan peran dan manfaatnya bagi masyarakat di tengah tekanan ekonomi.
Ia mempertanyakan sejauh mana partai politik masih memiliki kepedulian dan mampu mengambil peran dalam memperbaiki kondisi kehidupan rakyat.
Hal itu disampaikan Ni’matullah di hadapan ratusan kader, pengurus, dan simpatisan Demokrat Sulsel dalam kegiatan pendidikan politik di Hotel Claro Makassar, Kamis (08/10).
Ni’matullah mengatakan masyarakat selama beberapa tahun terakhir disibukkan dengan persoalan ekonomi dan upaya memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.
Kondisi tersebut, menurutnya, membuat ruang untuk berinteraksi dan menjaga hubungan sosial semakin terbatas.
“Hampir 5–6 tahun terakhir kondisi perekonomian bangsa kita sangat tidak baik-baik saja. Semua orang terjebak,” katanya.
Ia bahkan menggambarkan masyarakat saat ini sedang berlomba untuk bertahan hidup.
Karena itu, Ni’matullah menilai partai politik tidak cukup hanya menggelar kegiatan internal, tetapi juga perlu membangun kedekatan dengan masyarakat dan memahami persoalan yang mereka hadapi.
Ia mempertanyakan apakah partai politik masih memiliki kepedulian terhadap rakyat dan mampu berkontribusi memperbaiki keadaan.
“Apakah partai politik kita masih punya hati? Apakah partai politik masih punya peranan memperbaiki keadaan?” ujarnya.
Ni’matullah menyebut persoalan tersebut menjadi tantangan serius bagi seluruh partai politik. Menurutnya, kepercayaan masyarakat perlu dijawab melalui kerja dan kontribusi yang benar-benar dirasakan.
“Ini menjadi beban berat kita sebagai politisi untuk membuat partai politik itu terasa lebih ada gunanya bagi rakyat,” katanya.
Di sisi lain, Ni’matullah menjelaskan bahwa kegiatan pendidikan politik Demokrat Sulsel tidak hanya bertujuan memperdalam pemahaman kader tentang politik, tetapi juga mempererat silaturahmi.
Ia meminta pengurus mengajak anggota keluarga atau tetangga untuk hadir agar pertemuan tersebut dapat menjadi ruang memperkuat hubungan sosial.
Menurutnya, kesibukan sehari-hari sering membuat orang lupa menanyakan kabar dan kondisi orang-orang di sekitarnya.
“Karena itu kita perlu bersilaturahmi. Kita perlu ketemu-ketemu supaya setidaknya kita masih saling memahami,” tuturnya.
Ni’matullah juga mengaitkan kegiatan tersebut dengan kebutuhan menjaga suasana kebersamaan di tengah berbagai kesulitan hidup.
Ia meminta kader Demokrat tidak selalu memandang persoalan dari sisi sulitnya, tetapi berusaha mencari jalan keluar dengan pikiran yang lebih tenang.
Ia bahkan mendorong suasana kegiatan partai berlangsung santai dan menyenangkan, termasuk melalui hiburan musik setelah sesi pendidikan politik.
Menurutnya, suasana yang cair dapat membantu kader menjaga semangat menghadapi dinamika politik maupun persoalan kehidupan.
“Berpolitiklah dengan kening tidak berkerut,” ujarnya.
Ni’matullah mengatakan prinsip tersebut telah menjadi bagian dari suasana politik Demokrat Sulsel selama bertahun-tahun. Ia ingin kader tetap mampu berdiskusi dan mencari solusi tanpa memperkeruh keadaan.
“Kalau ada persoalan, mari kita bicarakan dan kita cari lucu-lucunya,” katanya.
Meski demikian, ia mengingatkan bahwa kesulitan ekonomi masyarakat tidak boleh menjadi alasan bagi partai politik untuk mengabaikan tanggung jawabnya.
Sebaliknya, kondisi tersebut seharusnya menjadi pengingat bagi para politisi agar lebih memahami kebutuhan masyarakat dan memperkuat peran partai dalam kehidupan publik.
Melalui kegiatan pendidikan politik dan silaturahmi tersebut, Ni’matullah berharap kader Demokrat Sulsel dapat menjaga kebersamaan sekaligus mengingat kembali tanggung jawab dasar partai politik kepada rakyat.
Penulis: Nursinta