KabarMakassar.com -- Pekerjaan terbaru MYP Paket 1 Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan kini menyasar penataan sarana pendukung di sejumlah ruas jalan.
Pekerjaan yang sedang berjalan meliputi pemasangan manhole pedestrian, pengecoran penutup drainase, pembangunan bahu jalan beton, hingga penanganan hasil galian menggunakan Cold Milling Machine (CMM) di Makassar, Sinjai, dan Bulukumba.
Penataan tersebut merupakan bagian lanjutan dari proyek yang mencakup penanganan 13 ruas jalan dan tujuh titik longsor akibat bencana. Setelah pekerjaan utama pada badan jalan, sejumlah ruas kini masuk tahap penyempurnaan untuk melengkapi fungsi jalan dan kawasan di sekitarnya.
Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman mengatakan penataan kawasan dilakukan secara bertahap mengikuti perkembangan pekerjaan di masing-masing ruas. Pekerjaan mencakup sejumlah fasilitas pendukung jalan yang dibutuhkan untuk meningkatkan fungsi dan kenyamanan kawasan.
“Saat ini penataan kawasan kita lakukan secara bertahap, termasuk median jalan, pedestrian, trotoar hingga saluran drainase di sejumlah ruas,” kata Andi Sudirman, Senin (05/10).
Di Kota Makassar, pekerjaan terbaru berlangsung di Jalan Hertasning dan Jalan Aroepala. Pada Jalan Hertasning, pekerja melanjutkan pemasangan manhole untuk pedestrian, sedangkan di Jalan Aroepala dilakukan pengecoran beton plat penutup saluran drainase.
Kepala Bidang Jalan Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi (DBMBK) Provinsi Sulawesi Selatan Muhammad Rosyadi mengatakan pekerjaan pada kedua ruas tersebut merupakan bagian dari penataan kawasan jalan. Tahapannya disesuaikan dengan kebutuhan teknis di masing-masing lokasi.
“Di ruas Jalan Hertasning, Makassar, pekerjaan saat ini berlanjut pada pemasangan manhole untuk pedestrian. Sementara di ruas Jalan Aroepala, dilakukan pengecoran beton plat penutup saluran drainase sebagai bagian dari penataan kawasan jalan,” jelasnya.
Pekerjaan juga berlanjut di Kabupaten Sinjai pada ruas Batas Gowa–Tondong. Pada ruas tersebut, pekerjaan terbaru berupa pembangunan bahu jalan menggunakan beton dengan mutu fc 15 MPa.
Sementara di Kabupaten Bulukumba, pembangunan bahu jalan dengan beton fc 15 MPa dikerjakan pada ruas Tanete–Tanaberu. Pekerjaan tersebut menjadi bagian dari penyempurnaan infrastruktur pada ruas yang masuk dalam MYP Paket 1.
Adapun pada ruas Batas Bulukumba–Sanjai–Sinjai, pekerjaan telah memasuki tahap penanganan hasil galian. Penanganan dilakukan menggunakan Cold Milling Machine (CMM) untuk mendukung proses pekerjaan lanjutan pada badan jalan.
Beragam pekerjaan tersebut menunjukkan tahapan MYP Paket 1 kini tidak hanya berfokus pada pembangunan atau perbaikan badan jalan. Sejumlah elemen pendukung seperti pedestrian, drainase, median, dan bahu jalan juga mulai dikerjakan untuk melengkapi fungsi ruas yang ditangani.
Rosyadi mengatakan pengerjaan setiap ruas dilakukan secara bertahap berdasarkan progres di lapangan. Perbedaan jenis pekerjaan pada masing-masing lokasi menyesuaikan kondisi dan kebutuhan teknis ruas jalan.
“Seluruh tahapan tersebut dilaksanakan secara bertahap mengikuti progres pekerjaan di masing-masing ruas,” pungkas Rosyadi.
MYP Paket 1 sendiri mencakup 13 ruas jalan yang tersebar di sejumlah wilayah Sulawesi Selatan serta penanganan tujuh titik longsor akibat bencana. Pekerjaan tersebut meliputi wilayah Kota Makassar, Kabupaten Gowa, Kabupaten Sinjai, dan Kabupaten Bulukumba.
Pemprov Sulsel melanjutkan pekerjaan secara bertahap dengan menyesuaikan tahapan konstruksi pada masing-masing lokasi. Setelah pekerjaan utama dan sarana pendukung rampung, ruas-ruas tersebut diharapkan memiliki kondisi jalan dan fasilitas penunjang yang lebih baik bagi pengguna.
Penulis: Syamsi Nur Fadhila