kabarbursa.com
kabarbursa.com
News  

Muslim Life Fair 2026, Appi Target UMKM Tembus Ekspor

Muslim Life Fair 2026, Appi Target UMKM Tembus Ekspor
Suasana Muslim Life Fair 2026 (Dok: Ist).

KabarMakassar.com — Eksistensi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) sebagai penggerak utama ekonomi rakyat yang berperan besar dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Hal tersebut disampaikan Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, saat memberikan sambutan pada kegiatan Grand Launching dan Press Conference Muslim Life Fair 2026 yang dilaksanakan oleh Komunitas Pengusaha Muslim Indonesia, di Menara Bank Mega, kawasan Trans Studio Makassar, Jalan Metro Tanjung Bunga, Senin (2/3).

Menurut Pria yang akrab di sapa Appi itu, UMKM lokal merupakan tulang punggung perekonomian, khususnya di Kota Makassar.

Melalui berbagai event dan pameran, sektor ini dinilai efektif menggerakkan ekonomi daerah, mengurangi angka kemiskinan, sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi berbasis inovasi produk lokal.

“Hadirnya event seperti ini adalah penggerak ekonomi rakyat. Setiap perhelatan yang menghadirkan UMKM selalu diserbu masyarakat,” ujarnya.

“Dari situ kita melihat bagaimana ekonomi bergerak dan pelaku usaha mendapatkan ruang untuk berkembang,” sambung Appi.

Politisi Golkar itu, menegaskan bahwa Kota Makassar memiliki posisi strategis sebagai kota terbesar di Indonesia Timur dengan potensi besar sebagai tuan rumah berbagai event berskala nasional.

Ia menyebutkan, jumlah penduduk Kota Makassar mencapai sekitar 1,5 juta jiwa pada malam hari dan bisa meningkat hingga 2,2 juta jiwa pada siang hari akibat mobilitas masyarakat dari wilayah sekitar.

Kondisi ini, menurutnya, menunjukkan tingginya perputaran ekonomi yang terjadi di kota ini.

“Artinya, perputaran ekonomi di Indonesia Timur itu ada di Makassar. Kita berharap kehadiran event seperti Muslim Life Fair 2026 ini akan mendorong proses pertumbuhan ekonomi yang ada di kota ini,” jelasnya.

Appi juga mengingatkan bahwa secara historis Makassar terbangun sebagai kota niaga atau dagang.

Karena itu, pembangunan infrastruktur perdagangan dan penguatan pasar-pasar rakyat menjadi prioritas pemerintahannya.

“Kota Makassar, kita pacu adalah bagaimana pasar-pasar ini tumbuh dan ekonomi masyarakat berkembang,” harapnya.

Lebih lanjut, Appi menekankan bahwa tujuan akhir pengembangan UMKM adalah ekspor. Menurutnya, ketika sebuah UMKM mampu menembus pasar ekspor, itu menandakan tata kelola dan proses bisnisnya telah berjalan dengan baik.

Ia pun berharap event-event besar yang diinisiasi oleh komunitas pengusaha muslim yang berpengalaman dapat menjadi sarana transfer knowledge bagi pelaku UMKM di Makassar.

Dukungan inkubator bisnis melalui koperasi dan kolaborasi dengan berbagai pihak juga dinilai penting untuk mempercepat pertumbuhan usaha lokal.

Menurut Munafri, tugas pemerintah adalah memastikan UMKM mendapatkan ruang, pendampingan, dan dukungan agar mampu tumbuh menjadi salah satu penopang utama ekonomi kota.

Ia juga menyinggung ketahanan ekonomi Sulawesi Selatan yang dinilai cukup tangguh dalam menghadapi berbagai krisis.

“Pada saat terjadi krisis atau fluktuasi nilai tukar, Sulawesi Selatan justru bisa menikmati kenaikan harga komoditas. Karena yang memiliki komoditas itu orang lokal, maka uangnya berputar di daerah ini,” terangnya.

Kondisi tersebut berbeda dengan daerah lain yang kepemilikan komoditasnya didominasi pihak luar, sehingga dampak ekonomi tidak sepenuhnya dirasakan masyarakat setempat.

Appi menyampaikan apresiasi atas dipilihnya Makassar sebagai tuan rumah Muslim Life Fair 2026. Ia optimistis kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang promosi produk.

“Juga, momentum penguatan jaringan usaha dan pemberdayaan pengusaha muslim di Kota Makassar serta Indonesia Timur secara luas,” tutup Appi.

Hadir pada kesempatan ini, mendampingi Wali Kota. Ketua TP PKK Kota Makassar, Melinda Aksa, Kadis UMKM, Kabag Kesra.