Langsung ke konten
News

Musik Tradisional Pa'bussuk Baruppu' Meriahkan Penutupan Toraja Highland Festival 2026

Musik tradisional Pa'bussuk Baruppu' tampil di penutupan Toraja Highland Festival 2026. Simak sejarah, prestasi, dan upaya pelestariannya.

ardiyanti Diperbarui
enampilan Siswa SMAN 12 Torit dalam Toraja Highlend Festival di Objek wisata Buntu Pune,Kecamatan Kesu', Toraja Utara Sabtu Malam(7/11/2026) Dok.Jerni
enampilan Siswa SMAN 12 Torit dalam Toraja Highlend Festival di Objek wisata Buntu Pune,Kecamatan Kesu', Toraja Utara Sabtu Malam(7/11/2026) Dok.Jerni

KabarMakassar.com -- Musik tradisional Pa'bussuk khas Baruppu' turut memeriahkan malam penutupan Toraja Highland Festival 2026 yang digelar di Objek Wisata Buntu Pune, Kecamatan Kesu', Kabupaten Toraja Utara, Sabtu (7/11/2026) malam.

Penampilan musik tradisional tersebut dibawakan oleh pelajar SMAN 5 Toraja Utara dengan memadukan instrumen bambu, gitar, dan ukulele yang menghasilkan irama khas.

Alunan musik tersebut mengiringi delapan lagu yang terdiri atas lagu daerah Toraja dan lagu populer yang dikenal masyarakat. Sejumlah lagu juga merupakan karya putra Baruppu', Jan Pasomboan, yang memiliki peran penting dalam perkembangan musik tradisional Pa'bussuk.

Kepala SMAN 12 Toraja Utara, Azer Bekang, menjelaskan bahwa sejarah musik Pa'bussuk bermula pada 1973 ketika Jan Pasomboan menemukan cara unik menciptakan irama musik dengan memanfaatkan berbagai bahan sederhana.

Saat itu, Jan Pasomboan menggunakan lubang tanah, pelepah pinang, papan, dan tali kerbau sebagai media untuk menghasilkan bunyi. Musik tersebut kemudian dikenal dengan sebutan Gandang-gandang Padang.

Seiring perkembangannya, media musik yang digunakan mulai beralih ke bambu dengan nada-nada tertentu. Kreativitas tersebut menjadi cikal bakal lahirnya musik tradisional Pa'bussuk Baruppu' yang kemudian dikenal dan dipentaskan dalam berbagai kegiatan seni budaya.

"Perjalanan musik ini juga mencatatkan prestasi membanggakan. Sejak tahun 1977 hingga 1980, Pa'bussuk Baruppu' berhasil meraih dua kali juara pertama dan satu kali juara kedua dalam kompetisi seni tradisional tingkat provinsi", kata Azer.

Menurut Azer, keberadaan musik tradisional Pa'bussuk merupakan bagian dari kekayaan budaya lokal yang perlu dijaga dan diwariskan kepada generasi muda.

Salah satu upaya pelestarian yang diharapkan dapat dilakukan adalah menjadikan Pa'bussuk sebagai kegiatan ekstrakurikuler di SMAN 12 Toraja Utara.

Dengan demikian, para pelajar tidak hanya mengenal musik tradisional tersebut, tetapi juga dapat mempelajari teknik memainkan alat musik dan memahami nilai budaya yang terkandung di dalamnya.

Azer juga berharap Pemerintah Daerah memberikan perhatian terhadap pengembangan musik tradisional Pa'bussuk, terutama dalam penyediaan sarana pendukung bagi para pemain.

"Harapan kami musik ini dapat menjadi perhatian dari Pemerintah Daerah untuk bisa membantu sarana yang dibutuhkan untuk pengembangan alat musik tradisional ini khusunya kostum", tutur Azer.

Ia mengungkapkan, musik tradisional Pa'bussuk selama ini telah dipercaya tampil dalam berbagai kegiatan penting, termasuk untuk menyambut tamu kehormatan, mulai dari gubernur hingga pejabat negara.

Menurutnya, kesempatan tersebut menjadi bukti bahwa kreativitas masyarakat lokal mampu menghasilkan karya seni yang memiliki nilai budaya sekaligus menjadi kebanggaan daerah.

Melalui penampilan pada penutupan Toraja Highland Festival 2026, musik tradisional Pa'bussuk Baruppu' diharapkan semakin dikenal masyarakat luas dan terus dilestarikan oleh generasi muda.

 

Penulis: Jerni Bening

Pilihan Lain

Berita Terkait

Lihat Semua