Langsung ke konten
News

Miniatur Stadion Untia Markas PSM Sudah di Tangan Appi

Maket Stadion Untia Makassar telah diserahkan kepada Pemkot Makassar. Stadion dirancang berkapasitas hingga 16.000 penonton dan tanpa lintasan atletik.

Nofisari
Maket atau Miniatur Stadion Untia (Dok: Sinta KabaMakassar)
Maket atau Miniatur Stadion Untia (Dok: Sinta KabaMakassar)

KabarMakassar.com — Gambaran awal Stadion Untia mulai terlihat setelah maket rancangan stadion diserahkan oleh perusahaan pemenang tender kepada Pemerintah Kota Makassar.

Maket rancangan Stadion Untia berbentuk persegi panjang dengan tribun penonton mengelilingi lapangan sepak bola di empat sisi.

Tribun didominasi warna abu-abu dengan beberapa bangunan beratap merah yang berada di bagian sudut dan sisi utama stadion.

Di tengah kompleks terdapat lapangan sepak bola dengan rumput hijau dan garis pertandingan yang terlihat jelas. Area luar stadion dilengkapi jalan melingkar, pepohonan, lampu penerangan, serta beberapa kendaraan yang menggambarkan akses di sekitar kompleks.

Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin mengatakan maket tersebut menjadi gambaran desain stadion yang akan dibangun sesuai persyaratan dalam proses tender.

“Pemenang inilah yang membawa maket ke kita. Jadi, seperti inilah dengan persyaratan yang dilaksanakan oleh pemerintah dalam proses tender itu,” kata Appi nama karibnya saat ditemui di Rumah Jabatan Wali Kota Makassar, Selasa (29/09).

Menurut Appi, rancangan dalam maket tersebut telah disesuaikan dengan perencanaan pembangunan Stadion Untia. Salah satu bagian yang menjadi perhatian adalah kapasitas penonton.

“Jadi kapasitasnya sekitar 16.000, 15.000 sih kapasitas terpasangnya, tapi kemungkinan ini menjadi 16.000,” ujarnya.

Penambahan kapasitas tersebut disiapkan dengan mempertimbangkan kebutuhan ruang bagi penonton maupun pendukung kegiatan di dalam stadion, termasuk protokol, fotografer, dan media.

“Apalagi zaman sekarang ini ada protokol, ada tukang foto, ada medianya sendiri. Jadi ini butuh space yang cukup sehingga kenyamanan dalam menonton itu bisa lebih baik,” jelasnya.

Dari sisi fasilitas, stadion dirancang menggunakan kursi tunggal atau single seat. Stadion juga tidak dilengkapi lintasan atletik sehingga area utama difokuskan untuk pertandingan sepak bola.

“Fasilitasnya ada tempat duduk, single seat. Tidak ada garis lari atau lapangan atletik di luar stadion sepak bola,” kata Appi.

Meski maket sudah disiapkan, proses pembangunan Stadion Untia belum langsung masuk ke tahap pekerjaan fisik. Munafri mengatakan proses tender masih berada dalam masa sanggah.

“Iya, masih dalam proses itu. Setelah itu langsung penetapan, penetapan kerja,” ujarnya.

Setelah proses tersebut selesai, pekerjaan awal akan difokuskan pada penimbunan lahan sesuai dengan luasan stadion yang akan dibangun.

“Yang jelas kita pastikan dulu penimbunan sesuai dengan luasan dari stadion yang akan dibangun,” katanya.

Appi menargetkan pekerjaan penimbunan dapat diselesaikan hingga Januari. Pemerintah juga akan memastikan pola kerja kontraktor agar pekerjaan tersebut tidak terkendala kondisi cuaca.

“Targetnya itu kalau umpamanya bisa selesai sampai di bulan satu, sudah penimbunan semuanya,” tuturnya.

Pembangunan Stadion Untia selanjutnya akan menggunakan skema multiyears. Appi menegaskan anggaran pembangunan tidak dicairkan sekaligus, melainkan mengikuti progres dan tahapan pekerjaan sesuai ketentuan tender.

“Multiyears,” singkat Appi.

“Enggak dong, kan ada progresnya, ada tahapannya. Sesuai dengan persyaratan pada saat mereka mengikuti bidding tender,” lanjutnya.

Appi mengatakan perusahaan yang ditetapkan sebagai pemenang tender memiliki pengalaman dalam pekerjaan sejenis. Namun, proses evaluasi peserta dilakukan oleh kelompok kerja (pokja), termasuk dari sisi administrasi, kemampuan finansial, dan pengalaman perusahaan.

“Pemenang tender ini memang sudah punya banyak pengalaman. Ada beberapa pengalaman mereka dan ini kan ada pokja yang menilai. Kita cuma melihat pokjanya menilai dan sebagainya, administrasinya, kemampuan finansialnya, pengalamannya, dan sebagainya,” tuturnya.

 

Penulis: Nursinta

Pilihan Lain

Berita Terkait

Lihat Semua