KabarMakassar.com -- Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf menyebut Sulawesi Selatan (Sulsel) sebagai provinsi di luar Jawa dengan penyelenggaraan Sekolah Rakyat terbanyak. Saat ini, Sulsel memiliki sembilan Sekolah Rakyat yang beroperasi dan tujuh lainnya masih dalam proses pembangunan.
Pernyataan tersebut disampaikan Saifullah Yusuf saat menghadiri peringatan satu tahun program Sekolah Rakyat sekaligus Hari Sumpah Pemuda ke-98 di GOR Sudiang, Makassar, Rabu (28/10/2026). Dalam kegiatan bertema “Satu Indonesia, Sejuta Cita-cita” itu, ia mengapresiasi dukungan Pemerintah Provinsi Sulsel terhadap pelaksanaan program pendidikan tersebut.
Mensos yang akrab disapa Gus Ipul itu secara khusus menyoroti keaktifan Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman dalam mendukung penyelenggaraan Sekolah Rakyat.
“Kepada para gubernur, bupati, khususnya Gubernur Sulawesi Selatan, gubernur yang paling aktif, sehingga Sulawesi Selatan menjadi provinsi luar Jawa yang paling banyak penyelenggaraan Sekolah Rakyat,” ujar Gus Ipul.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Andi Sudirman beserta jajaran pemerintah daerah atas dukungan terhadap program tersebut.
Pemerintah Provinsi Sulsel menyatakan akan terus mendukung pengembangan Sekolah Rakyat. Dari 16 sekolah yang telah disebutkan dalam program tersebut, sembilan di antaranya sudah beroperasi, sedangkan tujuh lainnya masih dibangun.
Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman mengatakan, Sekolah Rakyat menjadi salah satu upaya untuk memperluas kesempatan pendidikan bagi masyarakat. Ia berharap program tersebut dapat membantu anak-anak memperoleh pendidikan yang lebih baik dan membuka peluang untuk meraih masa depan yang lebih baik.
Andi Sudirman juga menyampaikan terima kasih kepada pemerintah pusat yang memilih Sulsel sebagai lokasi penyelenggaraan peringatan satu tahun Sekolah Rakyat.
“Kami ingin mengucapkan apresiasi dan terima kasih kepada Bapak Mensos RI yang telah berkenan melaksanakan kegiatan ini di Sulsel. Beliau luar biasa," ujarnya.
Ia turut mengapresiasi Presiden Prabowo Subianto yang kembali menghidupkan program Sekolah Rakyat untuk memperluas akses pendidikan bagi masyarakat.
Menurut Andi Sudirman, program tersebut memiliki kaitan dengan pengalaman keluarganya. Ia menyebut ayahnya merupakan alumni Sekolah Rakyat.
“Saya juga anak hasil Sekolah Rakyat, Bapak saya alumni Sekolah Rakyat. Kami bangga, alumni Sekolah Rakyat juga bisa,” ungkapnya.
Andi Sudirman menilai pendidikan dapat membuka kesempatan bagi anak-anak untuk meningkatkan kualitas hidup. Ia berharap siswa Sekolah Rakyat kelak mampu menduduki posisi penting dalam pemerintahan, termasuk menjadi presiden.
“Ini sangat luar biasa, menyekolahkan anak amalan yang luar biasa, memberikan derajat yang lebih baik di masyarakat. Suatu waktu 50 tahun ke depan atau bahkan 20 tahun ke depan akan lahir pemimpin, bahkan presiden dari siswa Sekolah Rakyat,” tuturnya.
Ia menegaskan, Pemprov Sulsel akan melanjutkan dukungan terhadap program tersebut agar semakin banyak anak memperoleh akses pendidikan.
“Atas nama Pemprov Sulsel, kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Presiden dan jajaran yang telah menginisiasi dan melaksanakan program ini untuk Generasi Emas 2045,” kata Andi Sudirman.
Penulis: Syamsi Nur Fadhila