Langsung ke konten
News

Menko PMK Target Renovasi 300 Ribu Sekolah hingga 2029, Kemenag Siap Bersinergi

Menko PMK Sugiono menargetkan renovasi 300.000 sekolah dan madrasah hingga 2029. Kemenag siap bersinergi mendukung agenda pembangunan manusia.

Nofisari Diperbarui
Menteri Agama Nasaruddin Umar menyalami Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Sugiono, dalam kegiatan serah terima jabatan Menko PMK (Dok: Ist)
Menteri Agama Nasaruddin Umar menyalami Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Sugiono, dalam kegiatan serah terima jabatan Menko PMK (Dok: Ist)

KabarMakassar.com - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Sugiono menargetkan renovasi 300.000 sekolah dan madrasah hingga 2029. Kementerian Agama (Kemenag) menyatakan siap bersinergi untuk mendukung agenda tersebut.

Target itu disampaikan Sugiono dalam serah terima jabatan Menko PMK dari Pratikno di Jakarta, Senin (05/10). Agenda renovasi sekolah dan madrasah menjadi bagian dari prioritas pembangunan manusia yang akan dijalankan Kemenko PMK.

Menteri Agama Nasaruddin Umar mengatakan Kemenag siap memperkuat koordinasi dengan Sugiono dalam menjalankan agenda pembangunan manusia. Menurutnya, sejumlah program yang menjadi perhatian Menko PMK memiliki keterkaitan langsung dengan tugas Kemenag.

“Visi misi dari Menko-nya tadi sudah mulai muncul, bagus sekali. Kita ucapkan selamat kepada beliau, semoga sukses menjalankan tugas-tugasnya, dan insya Allah Kementerian Agama pasti akan sangat mendukung,” ujarnya di Jakarta, Senin (05/10).

Dalam pemaparannya, Sugiono membagi pekerjaan Kemenko PMK ke dalam beberapa bidang prioritas. Selain pendidikan, pemerintah akan memperkuat sektor kesehatan, ketahanan bencana, serta upaya penurunan kemiskinan.

Untuk sektor pendidikan, renovasi 300.000 sekolah dan madrasah ditargetkan berlangsung hingga 2029. Pemerintah juga menyiapkan program peningkatan kesejahteraan guru dan digitalisasi pembelajaran melalui penyediaan satu juta interactive flat panel.

Sugiono mengatakan berbagai program tersebut diarahkan untuk memperluas kesempatan masyarakat mendapatkan pendidikan yang berkualitas. Perbaikan sarana pendidikan diharapkan berjalan beriringan dengan upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

“Intinya dari semua program tersebut adalah bagaimana memberikan akses yang terbaik terhadap pendidikan berkualitas bagi seluruh masyarakat Indonesia dalam rangka mencetak manusia yang unggul,” katanya.

Kemenag memiliki peran dalam agenda tersebut karena madrasah merupakan bagian dari sistem pendidikan nasional. Selain aspek akademik, pendidikan yang dikelola Kemenag juga berkaitan dengan pembentukan karakter serta kehidupan keagamaan masyarakat.

Kolaborasi lintas kementerian juga diperlukan dalam penanganan kelompok rentan. Sugiono menyebut pemerintah perlu memastikan intervensi diberikan kepada masyarakat yang membutuhkan, termasuk fakir miskin, keluarga tidak mampu, penyandang disabilitas, lansia, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.

“Karena itu salah satu tugas dari kementerian ini adalah fokus memastikan intervensi bagi kelompok rentan yang membutuhkan bantuan,” ujarnya.

Di bidang kesehatan, pemerintah menargetkan renovasi 10.000 puskesmas dan revitalisasi 441 rumah sakit umum daerah. Agenda lainnya mencakup pemeriksaan kesehatan gratis serta penguatan penanganan tuberkulosis.

Sementara untuk ketahanan bencana, pemerintah akan mendorong penguatan sistem peringatan dini dan kapasitas penanganan bencana. Percepatan rehabilitasi serta rekonstruksi di daerah rawan bencana juga masuk dalam agenda yang dikoordinasikan Kemenko PMK.

Sugiono menilai luasnya agenda pembangunan manusia tersebut membutuhkan koordinasi antarkementerian dan lembaga. Karena itu, Kemenko PMK akan memperkuat perannya dalam mengorkestrasi program, membangun sinergi, serta memobilisasi kementerian dan lembaga yang berada di bawah koordinasinya.

Ia menegaskan agenda tersebut akan melanjutkan pekerjaan yang telah dibangun pada periode sebelumnya. Sugiono mengatakan dirinya tidak memulai pekerjaan dari nol setelah menerima estafet kepemimpinan dari Pratikno.

“Yang belum baik kita perbaiki, yang masih perlu penyempurnaan kita sempurnakan, dan yang perlu dipercepat kita percepat,” kata Sugiono.

Dalam sambutan pelepasan, Pratikno mengatakan Kemenko PMK memiliki mandat yang luas dalam mengoordinasikan berbagai kementerian dan lembaga terkait pembangunan manusia dan kebudayaan. Menurutnya, seluruh agenda tersebut bermuara pada upaya menyiapkan sumber daya manusia yang mampu bersaing sekaligus memastikan tidak ada masyarakat yang tertinggal.

“Kita menyiapkan SDM yang hebat, yang globally competitive, tapi kita juga mengurusi jangan sampai ada anak Indonesia, orang Indonesia yang tertinggal,” ujarnya.

Nasaruddin menilai kesinambungan agenda tersebut membuka ruang bagi Kemenag untuk memperkuat kerja sama dengan Kemenko PMK. Dukungan Kemenag akan mencakup bidang pendidikan keagamaan, kehidupan keagamaan, hingga pembangunan karakter.

Pergantian kepemimpinan dari Pratikno kepada Sugiono pun menjadi awal bagi penguatan koordinasi lintas sektor di bidang pembangunan manusia. Kemenag memastikan siap mendukung agenda tersebut sesuai dengan kewenangan dan bidang kerja yang menjadi tanggung jawabnya.

 

Penulis: Syamsi Nur Fadhila

Pilihan Lain

Berita Terkait

Lihat Semua