kabarbursa.com
kabarbursa.com
banner 728x250
News  

Mengenal Sejarah Benteng Somba Opu

banner 468x60

KabarMakassar.com — Benteng Somba Opu merupakan Benteng kerajaan yang didirikan oleh Sultan Gowa ke-9. Daeng Mantanre Karaeng Tumapa'risi Kallonna, pada tahun 1525.

Pembangunan benteng tidak dapat selesai hanya dalam satu pemerintahan. Benteng Somba Opu pun disempurnakan melalui beberapa pemerintahan di Kerajaan Gowa.

Pemprov Sulsel

Karaeng Tunipalangga Ulaweng, Raja Gowa ke-10, memperkuat struktur dinidng benteng dengan batu padas.

Pada masa pemerintahan Tunijallo (Raja Gowa XII), Benteng Somba Opu mulai dipersenjatai dengan meriam-meriam berkaliber berat di setiap sudutnya bastion.

Benteng Somba Opu memiliki luas 113.590 meter persegi yang diapit antara dua sungai, yaitu Sungai Balang Baru dan Sungai Jene'berang.

Dalam catata sejarahnya, benteng ini juga pernah diperkuat dengan meriam-meriam berat. Salah satunya yang masih terdapat dibenteng ini adalah sebuah meriam dengan panjang sekitar 9 meter.

Fungsi Benteng Somba Opu

Kemudian, pembangunan benteng disempurnakan dan dijadikan benteng induk oleh Sultan Hasanuddin. Saat itu, fungsi benteng induk adalah pusat perniagaan tempat berlabuhnya kapal dan pusat pemerintahan Kerajaan Gowa.

Pada pertengahan abad ke-16, Benteng Somba Opu menjadi pusat perdagangan dan pelabuhan rempah-rempah yang ramai dikunjungi pedagang asing dari Asia dan Eropa. Selain itu, pedagang dari Bugis-Makassar dan Melayu juga melakukan perdagangan di daerah ini.

Hingga saat ini, Benteng Somba Opu yang merupakan saksi bisu peninggalan zaman dahulu yang masih kerap dikunjungi wisatawan lokal maupun mancanegara.

Pada pertengahan abad ke-16, Benteng Somba Opu menjadi pusat perdagangan dan pelabuhan rempah-rempah yang ramai dikunjungi pedagang asing dari Asia dan Eropa. Selain itu, pedagang dari Bugis-Makassar dan Melayu juga melakukan perdagangan di daerah ini.

Hingga saat ini, Benteng Somba Opu yang merupakan saksi bisu peninggalan zaman dahulu yang masih kerap dikunjungi wisatawan lokal maupun mancanegara. (Sasrendra sastro).

PDAM Makassar