kabarbursa.com
kabarbursa.com
banner 728x250
News  

Makassar Krisis Air Bersih Sudah 2 Bulan

banner 468x60

KabarMakassar.com — Kota Makassar, Sulawesi Selatan dilanda krisis air bersih dalam kurung dua bulan terakhir. Warga Kota daeng itu berharap adanya langkah-langkah antisipasi oleh Pemkot Makassar maupun Pemprov Sulsel.

"Sudah dua bulan mi krisis air bersih pak. Di kompleks warga kami sudah kesulitan mendapatkan air bersih dari PDAM," ujar Ketua RT 005, Kelurahan Tamalanrea Jaya, Andi Faizal kepada kabarmakassar.com, Selasa (24/10).

Pemprov Sulsel

Seorang warga H Abdo Rappe di Kota Makassar, mengeluhkan tidak pernah mendapat bantuan air bersih dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM).

Ia mengaku sudah 2 bulan mengalami kekeringan dan selama ini selalu membeli air sendiri.

Zahra warga lainnya berdomisili jalan Pampang, Kecamatan Rappocini juga mengeluh kondisi air bersih PDAM Makassar.

Ia mengatakan di daerahnya di wilayah Katimbang, Kecamatan Biringkanaya, kekurangan air. Dia mengaku terpaksa harus membeli air di penjual air galon.

"Kita terpaksa beli air bersih dari sumur bor pak,"tuturnya.

Senada juga dikeluhkan Deng Rahman. Ia sangat mengeluh dirinya tidak pernah mendapatkan bantuan dari pemerintah daerah. Meskipun diketahuinya ada bantuan air bersih dari PDAM.

Camat Tamalanrea Andi Salman Baso mengaku banyak di wilayah nya sudah mengalami krisis air bersih. Bahkan Ia sudah melakukan list untuk diteruskan ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Makassar sebagai penanggungjawab pendistribusian air bersih milik PDAM Makassar.

"Kami sudah laporkan warga yang kesulitan air bersih kepada BPBD. Kecamatan hanya bisa berupaya agar BPBD bisa melakukan distribusi air bersih,"ujar Andi Salman kepada kabarmakassar.com.

Ditambahkan Lurah Tamalanrea Jaya Alamsyah menuturkan bahwa pihaknya sudah melaporkan kondisi krisis air bersih di wilayahnya. Ditegaskan bahwa warga yang kesulitan air bersih akan dibantu oleh armada milik PDAM Makassar.

PDAM Makassar melibatkan mobil Damkar hingga mobil di tiap kecamatan untuk mendistribusikan air bersih ke warga. Hal ini dilakukan untuk mengatasi dampak kesulitan air bersih di sejumlah wilayah.

"Sekarang kan sudah berkembang menjadi 6 kecamatan dibentuklah berdasarkan SK Walikota ada tanggap darurat yang leading sektornya BPBD. Di optimalisasilah di situ mobil-mobil tangki dari Damkar apa semua untuk membantu distribusi air," kata Direktur PDAM Makassar Beni Iskandar kepada kabarmakassar.com.

Sementara itu, Pemkot Makassar mengklaim bahwa tandon air sudah disebar di 201 titik wilayah terdampak kekeringan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari masyarakat. Tandon itu disalurkan di 5 kecamatan terdampak.

Dimana ditentukan satu rumah yang berhak mendapatkan 10 jeriken atau setara dengan 200 liter air. Ada 63 mobil tangki yang dikerahkan untuk melayani kebutuhan air bersih masyarakat. Mobil-mobil tangki tersebut di luar dari armada milik PDAM Makassar.

Sementara itu, Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Makassar Syamsu Rizal mengaku dirinya baru mengalami kondisi air bersih seperti itu.

"Selama di Makassar ka baru ka dapat separah ini,"ujar Deng Ical sapaan Syamsu Rizal.

Karenanya, ia mengajak warga untuk berhemat air. "Semua mesti berEnpati dan tenggang rasa. Biar bagus ngasih air di tempat nya tapi harus tetap hemat. Suplai dan debit air yang kurang jadi semua harus gunakan air secara bijak dan empati,"jelas mantan Wakil Walikota Makassar itu.

PDAM Makassar