Langsung ke konten
News

Makassar Kejar Target CKG 90 Persen, Kadinkes: Warga Masih Enggan Datang

Dinkes Makassar menargetkan cakupan Cek Kesehatan Gratis (CKG) mencapai 90 persen pada akhir 2026, dengan edukasi dan strategi jemput bola.

Nofisari
Kepala Dinkes Kota Makassar, dr Nursaidah Sirajuddin (Dok: Sinta KabaMakassar)
Kepala Dinkes Kota Makassar, dr Nursaidah Sirajuddin (Dok: Sinta KabaMakassar)

KabarMakassar.com — Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Makassar mengejar cakupan pemeriksaan Cek Kesehatan Gratis (CKG) hingga 90 persen dari sasaran penduduk pada akhir 2026.

Kepala Dinkes Kota Makassar, dr Nursaidah Sirajuddin, mengatakan target tersebut harus dikejar dengan memperluas jangkauan pemeriksaan sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat untuk datang melakukan skrining kesehatan di puskesmas.

Menurutnya, tim kesehatan di lapangan telah disiapkan. Namun, rendahnya kesadaran sebagian masyarakat untuk memeriksakan diri masih menjadi salah satu kendala dalam pencapaian target CKG di Kota Makassar.

"Target kita pertahunnya dengan jumlah penduduk 1,4 sekian, berharap bahwa di akhir tahun itu semua harus tuntas, maksimal lah dengan 90 persen," kata perempuan yang akrab disapa dr Ida itu di lantai III Balaikota Makassar, Kamis (01/10).

Ia menjelaskan, CKG sangat penting dilakukan untuk mendeteksi lebih awal penyakit yang berpotensi dialami masyarakat. Karena itu, Dinkes Makassar terus memperkuat edukasi dan sosialisasi agar masyarakat memahami manfaat pemeriksaan tersebut.

"Masih banyak beberapa masyarakat memang yang kita harus maksimalkan edukasi dan sosialisasinya agar mereka paham bahwa manfaat daripada CKG ini adalah bagaimana menscreening penyakit-penyakit yang kemungkinannya adalah tumbuh," jelasnya.

Untuk mempercepat capaian CKG di Makassar, Dinkes tidak hanya menunggu masyarakat datang ke fasilitas kesehatan.

Pihaknya melakukan strategi jemput bola dilakukan dengan menyasar perkantoran maupun organisasi yang meminta pelaksanaan CKG.

"Kami sudah melakukan banyak hal terkait dengan menjemput bola. Kami langsung turun ke tempat-tempat, misalnya ke perkantoran, ke organisasi yang meminta CKG untuk kami mencari sasaran-sasaran ini," ujar dr Ida.

Dia menyebut, pemeriksaan CKG juga diarahkan untuk menemukan penyakit tidak menular sejak dini. Hipertensi dan diabetes menjadi dua penyakit yang mendapat perhatian karena secara bergantian menempati posisi teratas dalam data penyakit tidak menular di Makassar.

"Yang kami kejar adalah bagaimana terkait dengan penyakit tidak menular secepatnya kami bisa dapatkan," katanya.

Selain CKG umum, pemeriksaan juga menyasar anak sekolah. Untuk 2026, Dinkes Makassar memiliki target cakupan 46 persen pada sasaran tersebut. Namun, capaian yang disebut Nursaida saat ini baru 35,56 persen.

"Target kita ini sampai tahun 2026, kami harus ditargetkan 46 persen. Sampai detik ini kita Makassar untuk anak kita sudah ada di capaian 242, berarti 35,56 persen," ungkapnya.

Dinkes Makassar juga tengah mengintegrasikan program CKG dengan penemuan kasus tuberkulosis (TB). Menurut Nursaidah, capaian skrining TB di Makassar menjadi yang tertinggi di Sulawesi Selatan.

Ke depan, Kementerian Kesehatan juga menjadikan Makassar sebagai salah satu lokus untuk penguatan integrasi CKG, TB dan pemeriksaan kesehatan bagi lansia.

"Yang sekarang lagi Kementerian Kesehatan kemarin kita via Zoom akan menjadikan lokus Kota Makassar terkait dengan integrasi CKG, TB, dan lansia," tuturnya.

Ia berharap masyarakat ikut berperan dalam mengejar target tersebut dengan memanfaatkan layanan CKG. Pemeriksaan dini dinilai penting agar potensi penyakit dapat diketahui sebelum berkembang lebih jauh.

"Harapan kita masyarakat harus juga menjadi penyumbang untuk datang CKG untuk mengetahui secara dini, deteksi screening secara dini penyakit-penyakit yang kemungkinan ada," tuturnya.

 

Penulis: Nursinta

Pilihan Lain

Berita Terkait

Lihat Semua