kabarbursa.com
kabarbursa.com
banner 728x250
News  

Mahasiswa UMI Tewas, Ancaman Senat FKM Dibekukan Hingga DO Menanti

banner 468x60

KabarMakassar.com — Lembaga Senat Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar terancam dibekukan.

Hal tersebut imbas dari tewasnya mahasiswa berinisial ZA saat tengah mengikuti pengkaderan Senat FKM UMI, Minggu (25/7) kemarin.

Pemprov Sulsel

Wakil Dekan III FKM UMI, Multazam menyebut pihaknya memang memberi izin terkait kegiatan pengkaderan Senat FKM UMI yang di gelar di Embun Pagi, Kecamatan Tinggimoncong Kabupaten Gowa berdasarkan surat izin dari para orangtua mahasiswa dan rekomendasi serta surat pertanggungjawaban para panitia.

Namun, dalam lampiran rundown acara yang diterima, pihaknya sama sekali tidak melihat adanya rundown acara outbound atau semacamnya yang digelar shubuh hari.

"Ada materi, perkenalan dan semacamnya saya tidak hapal. Nah itu sementara diinvestigasi oleh polisi. Kalau di rundown outbound atau semacamnya tidak ada," ungkapnya, Senin (25/7).

Pihaknya mengaku kegiatan tersebut diselenggarakan oleh pengurus lembaga Senat FKM UMI dan diikuti oleh mahasiswa aktif.

"Iya panitia dan pesertanya itu mahasiswa aktif," sambungnya.

Pihaknya menyebut telah mengembok ruang Senat FKM UMI dan bakal membekukan lembaga tersebut apabila memang terbukti melakukan pelanggaran.

Selain itu, sanksi Drop Out (DO) juga bakal diberikannya apabila memang pihak kepolisian telah menetapkan tersangka dalam kasus tersebut.

"Jadi kami akan membekukan itu lembaga jadi pembelajaran yang luar biasa. Lembaganya sudah kita gembok saat ini dan menunggu hasil dari polisi kalau memang ada unsur pidananya kita kembalikan ke orangtuanya (DO), karena statutanya kan memang begitu," jelasnya.

Sementara itu, Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan UMI, Dr. Nasrullah Arsyad menyebut meski adanya kejadian tersebut lembaga lain di UMI tetap jalan dan eksis dengan mengacu ke peraturan dan ketentuan perundang-undangan yang ada.

"Lembaga di UMI tetap eksis artinya tetap mengacu ke peraturan dan perundang-undangan yang ada. Berdasarkan statuta UMI itu tetap diikuti," ungkapnya.

Sementara itu, perihal kemungkinan adanya larangan berkegiatan diluar kampus, pihaknya masih akan melihat lebih lanjut terkait hal tersebut.

"Nanti kita lihat bagaimana. Yang pasti tetap mengacu ke peraturan yang ada karena SOP nya kan kita begitu," sambungnya.

Pihaknya pun berharap lembaga-lembaga lain yang ada di UMI tetap mengikuti aturan dan tidak melenceng dari perundang-undangan yang ada.

"Kita berharap bahwa lembaga-lembaga ini mengikuti aturan yang ada kita tidak boleh keluar dari situ," jelasnya.
 

PDAM Makassar