Langsung ke konten
News

Mahasiswa UIN Alauddin Juara 1 Lomba Baca Berita Bahasa Korea

Mahasiswa UIN Alauddin Makassar, Qintan Ghefira Noor Zahiyyah, meraih juara pertama lomba pembacaan berita bahasa Korea meski belajar secara otodidak.

Nofisari Diperbarui
Mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris UIN Alauddin Makassar Qintan Ghefira Noor Zahiyyah meraih juara 1 lomba baca berita bahasa Korea (Dok: Ist)
Mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris UIN Alauddin Makassar Qintan Ghefira Noor Zahiyyah meraih juara 1 lomba baca berita bahasa Korea (Dok: Ist)

KabarMakassar.com -- Qintan Ghefira Noor Zahiyyah, mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar, meraih juara pertama kategori Long Form News – Hard News dalam kompetisi pembacaan berita berbahasa Korea yang diselenggarakan Kkuljaem Korean secara daring. Prestasi ini diraih meski Qintan mempelajari bahasa Korea secara otodidak.

Pengumuman kemenangan Qintan disampaikan melalui akun Instagram resmi @kkuljaemkorean pada Sabtu (03/10) lalu. Ia mengikuti kompetisi tersebut setelah menemukan informasi lomba melalui Instagram dan tertarik mencoba kemampuan bahasa Korea yang selama ini dipelajarinya secara mandiri.

“Awalnya iseng saja. Pas melihat informasi lomba ini lewat Instagram, tiba-tiba kepikiran, ‘Kenapa tidak coba ikut, ya?’ Apalagi event seperti ini cukup jarang saya temukan. Akhirnya saya memutuskan untuk mendaftar,” ungkapnya, dalam keterangan resmi, Jumat (09/10).

Ketertarikan Qintan terhadap bahasa Korea berawal dari kebiasaannya menikmati berbagai konten berbahasa tersebut selama sekitar lima hingga tujuh tahun. Kebiasaan itu kemudian mendorongnya mempelajari bahasa Korea lebih jauh, termasuk ketika mempersiapkan diri untuk mengikuti kompetisi.

Untuk mengasah kemampuannya, Qintan rutin menyaksikan tayangan KBS News melalui YouTube. Ia mengamati cara presenter membawakan berita, mulai dari pelafalan dan artikulasi hingga pengaturan intonasi serta tempo berbicara.

Persiapan tersebut juga mencakup latihan pengucapan konsonan ganda dalam bahasa Korea. Bagian ini menjadi salah satu aspek yang perlu diperhatikannya agar dapat membawakan naskah berita dengan jelas dan sesuai pelafalan bahasa aslinya.

Qintan menghadapi persaingan dengan lebih dari 50 peserta yang memiliki kemampuan beragam. Meski kompetisi tersebut menjadi tantangan tersendiri, ia berusaha memberikan penampilan terbaik hingga akhirnya meraih posisi pertama.

“Ketika akhirnya diumumkan sebagai Juara 1, saya benar-benar kaget dan tidak menyangka. Sampai sekarang pun rasanya masih sedikit speechless,” ujarnya.

Kemenangan tersebut menjadi pengalaman berharga bagi Qintan untuk menguji kemampuan di luar bidang akademik yang sedang ditekuninya. Ia juga memperoleh kesempatan untuk meningkatkan kepercayaan diri dalam mempelajari dan menggunakan bahasa asing.

Pengalaman Qintan dalam berkomunikasi turut berkembang melalui berbagai kegiatan di kampus. Ia dipercaya menjadi pembawa acara podcast Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK) UIN Alauddin Makassar, UpCast, yang memberinya kesempatan berinteraksi dengan narasumber sekaligus menyampaikan informasi kepada audiens.

Di luar kegiatan kampus, Qintan juga membuat konten melalui media sosial pribadinya. Berbagai aktivitas tersebut menjadi ruang baginya untuk menyalurkan kreativitas dan terus mengembangkan keterampilan komunikasi.

Qintan berharap pencapaiannya dapat mendorong mahasiswa lain untuk berani mencoba hal baru, termasuk bidang yang belum pernah ditekuni sebelumnya. Menurutnya, kesempatan untuk mencoba dapat menjadi langkah awal dalam mengenali dan mengembangkan potensi diri.

“Kadang kita tidak tahu hasilnya akan seperti apa sebelum mencoba. Jadi, kalau ada kesempatan, kenapa tidak dicoba?” pungkas Qintan.

 

Penulis: Syamsi Nur Fadhila

Pilihan Lain

Berita Terkait

Lihat Semua