KabarMakassar.com — Jajaran Sekretariat Daerah (Setda) Kota Makassar kembali menggelar Pengajian Rutin di Masjid Balaikota Makassar, Jumat (23/10).
Agenda spiritual berkala ini dihadiri oleh para asisten, Kepala Bagian, hingga jajaran pegawai di lingkup Sekretariat Daerah Kota Makassar.
Sekretaris Daerah (Sekda) Makassar, Andi Zulkifly, menyampaikan pentingnya pengajian sebagai wadah untuk mengecas keimanan sekaligus mempererat silaturahmi di tengah kesibukan melayani masyarakat.
Menurut mantan Camat Ujung Pandang ini, kesibukan aktivitas kedinasan tidak boleh mengesampingkan kewajiban menuntut ilmu keagamaan.
"Kegiatan yang kita selenggarakan ini tidak lain yang paling utama adalah mencari keridaan Allah SWT. Di tengah kesibukan pekerjaan sehari-hari, kita terkadang terbuai dengan urusan duniawi. Melalui majelis ini, kita kembali diingatkan agar senantiasa mengutamakan kehidupan akhirat," ujar Sekda Makassar Andi Zulkifly dalam pengarahannya.
Mantan Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Makassar itu menekankan materi tausiah yang disampaikan ustaz, khususnya mengenai pentingnya menjaga rezeki yang halal dan keberkahan dalam bekerja, harus menjadi pedoman hidup seluruh ASN Kota Makassar.
Kata pria akrab disapa Zul itu, pengamalan ajaran agama dinilai menjadi fondasi utama dalam menciptakan etika kerja yang bersih dan transparan.
"Jangan sampai materi pengajian hanya masuk telinga kanan dan keluar telinga kiri. Mengetahui dan menghafal ajaran agama itu baik, tetapi yang jauh lebih penting adalah bagaimana kita memahami dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam menjalankan tugas-tugas pemerintahan," tegasnya.
Sekda Zulkifly. juga mengapresiasi peningkatan antusiasme kehadiran para pegawai dari setiap bagian pada pengajian kali ini. Ia berharap konsistensi ini terus dijaga agar iklim kerja di lingkungan Pemerintah Kota Makassar semakin harmonis, religius, dan berintegritas.
"Insya Allah kebaikan dari majelis ilmu ini tidak hanya dirasakan oleh diri kita sendiri dan keluarga, tetapi juga membawa kebaikan serta keberkahan bagi tata kelola organisasi Pemkot Makassar secara keseluruhan," pungkasnya.
Terpisah, Kepala Bagian Kesejahteraan Masyarakat (Kesra) Setda Kota Makassar, Moh Syarif, menjelaskan kegiatan pengajian rutin ini merupakan bagian dari program penguatan karakter dan spiritualitas pegawai di lingkungan Pemkot Makassar.
Pihaknya berkomitmen untuk terus mengemas kegiatan ini agar makin inklusif dan menjangkau seluruh unit kerja.
"Pengajian rutin ini kami rancang bukan sekadar agenda seremoni, melainkan wadah pembinaan mental spiritual bagi aparatur sipil negara. Kami melihat tren kehadiran pegawai terus meningkat dari minggu ke minggu, dan harapannya seluruh bagian dapat terus berpartisipasi aktif pada penyelenggaraan bulan-bulan berikutnya," kata Moh Syarif.
Eks Lurah Maccini Sombala itu menambahkan, Bagian Kesra akan terus menghadirkan pencerah dan pencerahan materi yang relevan dengan tantangan kerja ASN sehari-hari, sehingga nilai-nilai keagamaan dapat terintegrasi dengan baik dalam budaya kerja birokrasi.
Melalui sinergi pembinaan spiritual ini, Pemerintah Kota Makassar berharap iklim kerja organisasi semakin harmonis, berintegritas, serta berorientasi pada keberkahan dalam melayani masyarakat.
"Nah lewat pengajian rutin bulanan ini, kita berharap ada hikmah yang bisa diambil jemaah atau ASN di lingkup Setda Makassar," jelasnya.
Penulis: Nursinta