Langsung ke konten
News

Leadership Summit Makassar, Appi Bicara Pemimpin dan Pemerintahan Berdampak

Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin mendorong penerapan impactful governance agar pertumbuhan ekonomi, digitalisasi layanan, dan program pemerintah memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

ardiyanti Diperbarui
Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin di Agenda diskusi panel bertema Inclusive & Sustainable Leadership: People, Planet and Long-Term Values dalam rangkaian Makassar Leadership Summit (Dok: Sinta KabarMakassarkl).
Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin di Agenda diskusi panel bertema Inclusive & Sustainable Leadership: People, Planet and Long-Term Values dalam rangkaian Makassar Leadership Summit (Dok: Sinta KabarMakassarkl).

KabarMakassar.com — Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin alias Appi menekankan pentingnya kepemimpinan pemerintahan yang tidak hanya berorientasi pada capaian administratif, tetapi mampu menghasilkan dampak nyata bagi masyarakat.

Hal itu disampaikan Munafri saat menjadi narasumber dalam diskusi panel bertema Inclusive & Sustainable Leadership: People, Planet and Long-Term Values dalam rangkaian Makassar Leadership Summit, digelar di Ruang Sandeq hotel Claro Makassar, Kamis (08/10).

Menurut Appi, ukuran keberhasilan pemerintah tidak cukup dilihat dari banyaknya program yang dijalankan. Dampak dari program tersebut harus dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

"Jangan sampai pertumbuhan ini hanya berada di atas kertas. Maka dari itu, kami terus melakukan berbagai kegiatan, program-program yang dijalankan untuk bisa memberikan dampak dan manfaat langsung kepada masyarakat," ujarnya.

Ia menyebut pendekatan pemerintahan di Makassar mulai diarahkan dari konsep good governance menuju impactful governance. Perubahan itu, kata dia, menempatkan manfaat yang diterima masyarakat sebagai salah satu ukuran utama kerja pemerintah.

"Bagaimana good governance kami geser menjadi impactful governance sekarang ini di Kota Makassar," ujarnya.

Lebih lanjut, Appi menjelaskan,m bahwa pendekatan tersebut juga berkaitan dengan cara pemerintah melihat hasil kerja. Pemerintah tidak hanya mengejar output, tetapi memastikan outcome dari setiap kebijakan benar-benar sampai kepada masyarakat.

"Jangan bersandar pada output, tapi outcome dari kerja-kerja pemerintah yang harus langsung sampai," tuturnya.

Ia kemudian mencontohkan kebijakan penggunaan batik lontara oleh aparatur Pemerintah Kota Makassar. Menurutnya, penggunaan produk lokal oleh pemerintah dapat menciptakan efek ekonomi bagi pelaku UMKM.

"Kalau pekerja-pekerjaan pemerintah kota, hampir semua menggunakan batik yang seperti saya kenakan ini. Ini batik lontara," katanya.

Appi kemudian mendorong penggunaan batik lontara secara lebih luas, termasuk oleh peserta kegiatan yang berasal dari luar Makassar.

"Kalau di hari Kamis, pemerintah Kota Makassar ini harusnya kita pakai batik lontara. Ini akan memberikan dampak langsung kepada para pelaku UMKM yang ada di Kota Makassar," jelasnya.

Appi kemudian mengungkapkan kondisi pertumbuhan ekonomi Makassar. Ia menyebut pertumbuhan ekonomi kota tersebut meningkat dari 6,61 persen pada kuartal sebelumnya menjadi 7,04 persen pada kuartal terakhir.

"Kota ini tumbuh, bukan hanya pemerintahnya, tapi mampu secara serentak bergerak seluruh elemen untuk bisa membawa diri kota tumbuh sampai ke angka 7,04 persen," kata Appi.

Namun, ia menilai angka pertumbuhan tersebut harus dibarengi dengan manfaat yang dirasakan masyarakat. Karena itu, pemerintah kota berupaya menjaga agar pertumbuhan ekonomi tidak hanya tercatat sebagai indikator statistik.

"Pertanyaan berikutnya, apakah pertumbuhan ini sudah berdampak langsung kepada masyarakat yang ada di Kota Makassar? Ini yang menjadi pertanyaan yang sangat penting," terangnya .

Selain kebijakan ekonomi dan pemberdayaan UMKM, Munafri menyebut pemerintah juga melakukan revitalisasi infrastruktur serta ruang publik untuk masyarakat.

Sementara pelayanan, Pemkot Makassar juga mengembangkan Lontara Apps. Platform tersebut disebut mengintegrasikan sekitar 391 aplikasi yang sebelumnya berjalan secara terpisah.

"Lalu kami mengatakan terbangun sebuah super apps yang menggabungkan kurang lebih dari 391 aplikasi yang berpencar sendiri di Kota Makassar ini menjadi satu super apps yang namanya Lontara Apps," ujar Appi.

Menurutnya, Lontara Apps dapat digunakan untuk mengetahui pengaduan masyarakat sekaligus menjadi sarana interaksi antara pemerintah dan masyarakat.

"Dari Lontara Apps inilah kita bisa tahu pengaduan-pengaduan masyarakat, kita bisa berinteraksi antara pemerintah dengan masyarakat, masyarakat dengan masyarakat," tuturnya.

Appi kemudian berharap Makassar Leadership Summit tidak berhenti sebagai forum pertemuan, tetapi berkembang menjadi ruang kolaborasi yang memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat, khususnya di kawasan Indonesia Timur.

Ia juga mengajak para peserta dari luar daerah untuk ikut menggerakkan ekonomi lokal selama berada di Makassar.

"Kalau datang ke Makassar dilarang untuk diet, karena makanannya enak-enak. Yang kedua, dilarang untuk tidak belanja, Jangan datang bikin kotor saja, harus belanja supaya masyarakat berdaya," tukasnya.

 

Penulis: Nursinta

Pilihan Lain

Berita Terkait

Lihat Semua