kabarbursa.com
kabarbursa.com
banner 728x250
News  

Ketika Firli Bahuri Dilarang Ngantor di KPK, Ini Profil Nawawi Pomolango

banner 468x60

KabarMakassar.com — Ketua sementara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Nawawi Pomolango meminta secara tegas kepada Firli Bahuri untuk tidak berkantor di merah putih tersebut.

Dimana Nawawi menuturkan saat ini sejumlah barang milik Firli Bahuri masih berada di ruangan yang bersangkutan. Untuk itu, Firli diminta segera mengambil barang-barangnya tersebut.

Pemprov Sulsel

Nawawi menegaskan kepada awak media saat menjawab akses terhadap Firli setelah yang bersangkutan ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi dan dicopot sementara dari jabatan Ketua KPK.

"Kedatangan beliau di kantor ini cukup kami perlakukan sebagai tamu undangan. Terlebih lagi bahwa tadi laporan Sespim kepada kami bahwa barang-barang inventarisir barangkali dari yang bersangkutan masih ada di ruangan yang bersangkutan. Jadi, mungkin besok bisa diambil," ujar Nawawi di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Senin (27/11).

"Prosedurnya dengan masuk melalui pintu depan, tidak dalam akses kemarin-kemarin," tambahnya.

Nawawi yang merupakan pimpinan KPK berlatar belakang hakim tindak pidana korupsi ini menyatakan Keputusan Presiden (Keppres) tentang pemberhentian sementara Firli dari jabatan Ketua KPK membawa konsekuensi yang bersangkutan berhenti bekerja di lembaga antirasuah untuk sementara.

"Aktivitas perkantoran tidak perlu dilaksanakan oleh beliau di kantor ini," tegas Nawawi.

Sejauh ini, kasus dugaan korupsi termasuk pemerasan terhadap mantan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) akan menentukan nasib Firli ke depan. Firli bisa dipecat apabila terbukti di pengadilan atas kasus yang sedang berjalan di Polda Metro Jaya.

Firli pada pekan ini dijadwalkan akan diperiksa sebagai tersangka. Selain itu, tim penyidik Ditreskrimsus Polda Metro Jaya juga menjadwalkan pemeriksaan terhadap empat pimpinan KPK lain.

Dalam proses ini, Firli melalui tim kuasa hukumnya Ian Iskandar dan kawan-kawan telah mendaftarkan Praperadilan ke Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan pada Jumat, 24 November 2023 untuk mempertanyakan proses penegakan hukum yang dikerjakan Polda Metro Jaya.

Firli menggugat Kapolda Metro Jaya Irjen Karyoto. Permohonan praperadilan tersebut telah teregister dengan nomor perkara: 129/Pid.Pra/2023/PN JKT.SEL.

Klasifikasi perkara adalah sah atau tidaknya penetapan tersangka. Perkara tersebut akan diperiksa dan diadili oleh hakim tunggal Imelda Herawati. Sidang perdana akan digelar pada Senin, 11 Desember 2023.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo telah melantik Nawawi Pomolango sebagai Ketua KPK sementara menggantikan Firli Bahuri di Istana Kepresidenan, Jakarta pada hari ini, Senin (27/11).

Dia memimpin KPK untuk sementara karena Firli tengah menghadapi proses hukum kasus dugaan pemerasan terhadap mantan menteri pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL).

Firli sudah ditetapkan sebagai tersangka oleh Polda Metro Jaya. Penunjukan Nawawi sebagai pucuk pimpinan sementara KPK mendapatkan dukungan dari para pemimpin dan pegawai.

Profil Nawawi Pomolango

Saat dikutip dari laman resmi kpk.go.id, Nawawi merupakan pimpinan KPK berlatar belakang hakim.

Dia mengawali karier di Pengadilan Negeri Soasio Tidore, Kabupaten Halmahera Tengah pada 1992. Empat tahun kemudian, dia ditugaskan di Pengadilan Negeri Tondano, Sulawesi Utara.

Di sana, ia bertugas selama lima tahun sebelum dipindah ke Pengadilan Negeri Balikpapan, lalu ke Pengadilan Negeri Makassar pada 2005.

Nama Nawawi mulai dikenal saat bertugas di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat selama dua tahun mulai 2011-2013. Dia lalu menjadi Ketua Pengadilan Negeri Jakarta Timur pada tahun 2016.

Nawawi mendapatkan promosi sebagai hakim tinggi pada Pengadilan Tinggi Denpasar. Sarjana Fakultas Hukum Universitas Sam Ratulangi itu kemudian dilantik sebagai Wakil Ketua KPK pada 20 Desember 2019, beserta empat pimpinan lain.

Nawawi mendalami hukum pidana pada program magister Universitas Pasundan dan lulus pada 2019. Jejak Perlawanan Sejak menjabat sebagai Wakil Ketua KPK pada Desember 2019 silam, Nawawi menjadi salah satu pimpinan lembaga antirasuah yang kerap menunjukkan perlawanan terhadap Firli.

Pada Februari 2023, Nawawi pernah menyindir gaya kepemimpinan Firli yang terkesan one man show (pertunjukan satu orang). Dimana Nawawi kala itu mengomentari surat Gubernur Papua nonaktif Lukas Enembe yang menagih janji Firli terkait pemberian izin berobat ke Singapura.

Janji itu diduga disampaikan Firli saat mengunjungi Lukas di kediamannya di Papua saat yang bersangkutan belum ditahan KPK.

"Harusnya ini jadi peringatan bagi kami untuk menghindari style kerja yang cenderung one man show," ujar Nawawi kepada wartawan melalui pesan tertulis kala itu.

Jauh sebelumnya, pada Oktober 2021, Nawawi juga menjadi satu-satunya pimpinan KPK yang tak ikut rapat di hotel Bintang Lima. Nawawi juga sempat mengkritik pemasangan baliho Firli di sejumlah daerah.

Menurut Nawawi, dukungan masyarakat terhadap kerja-kerja KPK, mestinya bisa dilakukan dengan memasang baliho para buronan, alih-alih memasang baliho Ketua KPK.

"Hemat saya, kalau masyarakat berkeinginan mendukung kerja-kerja KPK, mungkin pemasangan spanduk ataupun baliho itu akan lebih pas kalau memuat gambar para Daftar Pencarian Orang (DPO) KPK seperti Harun Masiku," kata Nawawi pada Mei 2022 silam.

PDAM Makassar