kabarbursa.com
kabarbursa.com
banner 728x250
News  

Kenali Gejala dan Pencegahan Kanker Serviks!

banner 468x60

KabarMakassar.com — Tanggal 4 Februari diepringati sebagai Hari Kanker Sedunia atau World Cancer Day dengan tujuan mengajak seluruh masyarakat untuk peduli dan meningkatkan kesadaran masyarakat untuk mencegah kanker sehingga dapat menurunkan angka kesakitan dan kematian akibat kanker.

Menurut data pada tahun 2020, total kasus kanker di Indonesia meningkat pesat dengan jumlah 396.914 pasien dibandingkan tahun 2018 dengan jumlah 348.809 pasien.

Pemprov Sulsel

Berdasarkan catatan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) ada sekitar 604 ribu kasus kanker serviks baru pada 2020 lalu, dengan angka kematian mencapai 342 ribu.

Kanker ini disebabkan oleh infeksi Human papillomavirus (HPV). Virus ini utamanya ditularkan melalui kontak seksual.

Gejala kanker serviks sama seperti penyakit lainnya, penyakit kronis juga ditandai dengan beberapa gejala. Berikut beberapa gejala kanker serviks, mengutip laman Mayo Clinic:

1. Pendarahan pada vagina setelah berhubungan seksual

2. Keputihan berair dan berdarah

3. Nyeri panggul saat berhubungan intim

4. Periode menstruasi yang lebih lama.

Jika sel kanker telah menyebar ke jaringan atau organ terdekatnya, maka gejala yang ditimbulkan seperti berikut ini:

1. Sakit saat buang air kecil

2. Diare,

3. Kelelahan,

4. Penurunan berat badan tiba-tiba

5. Nyeri panggul.

Berikut beberapa cara mencegah kanker serviks yang bisa dilakukan :

1. Vaksin HPV

Vaksin jadi salah satu cara paling ampuh untuk menghindari risiko kanker serviks.

Mengutip laman American Cancer Society (ACS), vaksin ini hanya berfungsi untuk mencegah paparan HPV. Karena itu pula, vaksin ini paling efektif diberikan sebelum seseorang aktif secara seksual.

Vaksinasi HPV dianjurkan diberikan pada anak usia 9-26 tahun. Namun, ACS tidak merekomendasikan pemberian vaksin HPV untuk orang berusia lebih dari 26 tahun.

2. Gunakan kondom

Kondom dapat melindungi seseorang dari paparan HPV.

Namun, kondom tak bisa memberikan perlindungan 100 persen. Pasalnya, kondom tidak dapat menutupi setiap area tubuh yang mungkin terinfeksi HPV seperti area anus.

3. Hindari merokok

Center for Disease and Prevention Control (CDC) menyebut bahwa merokok dapat menyebabkan berbagai jenis kanker, termasuk diantaranya kanker serviks.

Mengutip Medical News Today, sebuah studi pada tahun 2019 menemukan bahwa perokok pasif atau mereka yang memiliki pasangan seksual sebagai perokok aktif memiliki risiko terhadap kanker serviks.

Nikotin dan zat lain dalam tembakau dapat masuk ke leher rahim melalui air mani, membahayakan sistem kekebalan tubuh untuk melawan sel kanker.

4. Konsumsi makanan Makanan tertentu dapat membantu menurunkan risiko kanker serviks. Berikut beberapa makanan yang dapat melindungi tubuh dari paparan HPV:

1. Makanan dengan kandungan vitamin A, C, dan E, serta mineral seperti telur, jeruk, wortel, dan produk susu,

2. Makanan kaya vitamin B dan folat seperti brokoli dan kembang kol,

3. Alpukat,

4. Makanan kaya antioksidan,

5. Makanan kaya polifenol dan flavonoid seperti minyak zaitun, teh hijau, cokelat, blackberry, tomat, dan lainnya.

5. Rutin melakukan pap smear

Pap smear merupakan salah satu cara mencegah kanker serviks. Metode ini bertujuan untuk melihat keberadaan sel-sel yang berisiko berkembang menjadi kanker.

Mengutip laman Universitas Airlangga, tes ini dilakukan dengan mengambil sampel sel di leher rahim.

Anda bisa melakukan pap smear sesuai jadwal berdasarkan usia berikut itu:

1. Wanita usia 25-49 tahun pemeriksaan setiap 3 tahun,

2. Wanita usia 50-64 tahun pemeriksaan setiap 5 tahun

3. Wanita di atas 65 tahun pemeriksaan dilakukan hanya saat ada keluhan tertentu pada serviks.

PDAM Makassar