Langsung ke konten
News

Kemenkes Klaim Tren TB di Indonesia Turun, Hanya 1,08 Juta Dibandingkan 2024

Kemenkes mencatat estimasi kasus TBC Indonesia turun menjadi 1,08 juta pada 2026. Sebanyak 666.985 kasus ditemukan dan 599.425 pasien mulai menjalani pengobatan.

ardiyanti Diperbarui
Ilustrasi TB
Ilustrasi TB

KabarMakassar.com — Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mencatat tren penurunan estimasi insiden tuberkulosis (TB) di Indonesia untuk pertama kalinya.

Berdasarkan estimasi WHO Global TB Report, jumlah kasus TB pada 2026 turun menjadi 1.080.000 kasus dari 1.092.000 kasus pada 2024.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyebut, penurunan estimasi kasus TB menjadi salah satu capaian program percepatan penanganan penyakit menular.

“Indonesia mencatat hal yang belum pernah terjadi sebelumnya. Mengacu pada estimasi WHO Global TB Report, angka insiden tuberkulosis menurun secara berkelanjutan untuk pertama kalinya,” ujar Budi dalam keterangannya, Minggu (25/10).

Meski tren estimasi kasus menurun, upaya penemuan dan pengobatan pasien masih terus dikebut. Hingga Oktober 2026, Kemenkes telah menemukan dan melaporkan 666.985 kasus TB atau 61 persen dari target 972.000 kasus.

Dari jumlah kasus yang ditemukan tersebut, sebanyak 599.425 pasien atau 90 persen dari target telah memulai pengobatan. Penemuan kasus didukung penggunaan portable X-ray dan mesin tes molekuler Near Point of Care (NPOC) yang disediakan di ribuan Puskesmas.

Kemenkes juga memperluas skrining TB ke lingkungan masyarakat, termasuk lapas, rumah tahanan, pondok pesantren, serta tempat kerja. Sebanyak 40.910 warga binaan lapas dan rutan, 24.623 santri, serta 8.914 karyawan dan mitra layanan transportasi daring telah menjalani pemeriksaan.

Selain meningkatkan penemuan kasus, pemerintah mempercepat pengobatan melalui penggunaan regimen obat modern yang memungkinkan durasi terapi lebih pendek.

“Dulu TB ini minum obatnya panjang sekali, bisa sampai lebih dari 1 tahun dia minum obat setiap hari. Sekarang turun jadi 12 bulan, turun lagi jadi 6 bulan, yang terakhir kita sudah bisa ada yang bisa 4 bulan,” kata Budi.

Menurutnya, pemendekan durasi pengobatan diharapkan membuat terapi TB semakin mudah diterima masyarakat. Kemenkes juga terlibat dalam uji klinis tahap tiga kandidat vaksin TB M72 yang ditargetkan mulai diproduksi pada awal 2029.

Pemerintah tetap mendorong penguatan skrining, penemuan kasus, dan kepatuhan pengobatan untuk menekan penularan TB. Penurunan estimasi insiden menjadi 1,08 juta kasus pada 2026 menjadi salah satu indikator perkembangan penanganan TB di Indonesia.

 

Penulis: Nursinta

Pilihan Lain

Berita Terkait

Lihat Semua