kabarbursa.com
kabarbursa.com
banner 728x250
News  

Keistimewaan Hari Tasyrik, Ini Amalan dan Larangan yang Penting Diketahui

Ilustrasi ibadah (Dok : KabarMakassar).
banner 468x60

KabarMakassar.com — Hari Tasyrik merupakan tiga hari setelah Idul Adha yang memiliki keutamaan, amalan, dan larangan tertentu. Idul Adha, salah satu hari besar umat Islam, dirayakan setiap 10 Zulhijah.

Pada tahun ini, Idul Adha jatuh pada Senin, 17 Juni 2024. Pada hari tersebut, umat Islam yang menunaikan ibadah haji melakukan prosesi melempar jumrah di Mina, sementara muslim yang tidak berhaji merayakan dengan menyembelih hewan kurban.

Pemprov Sulsel

Diketahui, Hari Tasryik merupakan tiga hari berikutnya setelah hari raya idulAdha dilaksanakan. artinya merupakan tanggal 11, 12, dan 13 Zulhijah.

Mengacu pada kalender hijriah yang ditetapkan pemerintah, 1 Zulhijah 1445 Hijriah jatuh pada Sabtu, 8 Juni 2024, sehingga hari Tasyrik dimulai pada Selasa, 18 Juni 2024. Jadwal lengkapnya adalah sebagai berikut:
– 11 Zulhijah 1445 Hijriah: Selasa, 18 Juni 2024
– 12 Zulhijah 1445 Hijriah: Rabu, 19 Juni 2024
– 13 Zulhijah 1445 Hijriah: Kamis, 20 Juni 2024

Menurut laman Nahdlatul Ulama (NU) Online, istilah Tasyrik berasal dari kata Arab “syarraqa” yang berarti matahari terbit atau menjemur sesuatu. Secara tradisional, hari Tasyrik digunakan untuk menjemur daging kurban agar awet. Ibnu Hajar al-‘Asqalani menjelaskan bahwa Tasyrik berarti proses pengeringan daging kurban yang berlimpah agar bisa disimpan lebih lama.

Kata tasyrik sendiri diambil dari bahasa Arab “syarraqa” yang berarti matahari terbit atau menjemur sesuatu. Selain itu, tasyrik turut diartikan sebagai penghadapan sinar matahari ke arah timur

وأيام التشريق ثلاثة بعد يوم النحر سميت بذلك لتشريق الناس لحوم الأضاحى فيها وهو تقديدها ونشرها في الشمس

Artinya: Hari Tasyrik adalah sebutan bagi tiga hari (11, 12, 13 Zulhijah) setelah hari nahar (10 Zulhijah). Tiga hari itu dinamai demikian karena orang-orang menjemur daging kurban di waktu tersebut, yaitu mendendeng dan menghampar daging pada terik matahari. (Al-Imam An-Nawawi, Al-Minhaj, Syarah Shahih Muslim Ibnil Hajjaj, (Kairo, Darul Hadits: 2001 M/1422 H), juz IV, halaman 273).

Beberapa ulama mengaitkan hari Tasyrik dengan waktu pelaksanaan salat Idul Adha yang dilakukan saat matahari terbit, sementara yang lain menghubungkannya dengan takbir setelah setiap salat. Menurut hadis riwayat Imam Muslim, hari Tasyrik adalah hari untuk makan, minum, dan berzikir, sebagaimana sabda Nabi Muhammad SAW:

“Dari Nubaisyah Al-Hudzali, ia berkata, Rasulullah SAW bersabda, hari Tasyrik adalah hari makan, minum, dan berzikir.” (HR Muslim)

Karena itu, berpuasa pada hari Tasyrik dilarang kecuali bagi yang tidak memiliki hewan kurban saat haji. Imam Syafi’i dalam Qaul Jadid menegaskan bahwa larangan berpuasa pada hari Tasyrik sebanding dengan larangan puasa pada hari Syak.

Rasulullah SAW juga menyebutkan bahwa larangan puasa pada hari Tasyrik karena dianjurkan untuk menikmati hasil kurban.

Ibnu ‘Umar radhiyallahu anhuma meriwayatkan bahwa:

“Tidak diperkenankan untuk berpuasa pada hari Tasyrik kecuali bagi yang tidak mendapatkan hewan kurban ketika menunaikan haji.” (HR Bukhari, No 1859)

Hari Tasyrik memiliki keutamaan sebagai waktu yang sangat istimewa untuk beribadah. Ibnu Hajar Al-Asqalani dalam kitab Fathul Bari bi Syarhi Shahihil Bukhari menjelaskan bahwa hari Tasyrik adalah waktu terbaik untuk beribadah karena banyak orang cenderung lalai. Hari-hari ini juga dianggap sangat mulia di sisi Allah SWT setelah hari kurban, seperti dijelaskan dalam hadis yang diriwayatkan oleh Abdullah bin Qurth:

“Nabi bersabda, ‘Sesungguhnya hari-hari yang paling agung di sisi Allah SWT adalah hari kurban (Idul Adha), kemudian hari al-qarr (hari setelah Idul Adha).’ ” (HR Abu Dawud)

Lalu apa saja amana yang dianjurkan umat muslim selama hari tasyrik? Selama hari Tasyrik, ada beberapa amalan sunah yang sangat dianjurkan oleh ulama.

Pertama, memperbanyak takbir. Ibnu Abbas RA menjelaskan bahwa zikir pada hari-hari tertentu, seperti disebutkan dalam Surah Al-Baqarah ayat 203, merujuk pada hari Tasyrik.

Sahabat Ibnu Umar dan Abu Hurairah RA juga mengamalkan takbir pada hari-hari ini. Imam Abu Hanifah menegaskan pentingnya membaca takbir setelah salat selama hari Tasyrik.

Selain takbir, umat Islam juga dianjurkan untuk memperbanyak tahlil dan tahmid. Dalam salah satu riwayat hadis yang dikutip oleh Ibnu Hajar Al-Asqalani, perbanyaklah tahlil, tahmid, dan takbir pada hari Tasyrik. Menurut Ibnu Abi Jamrah, setiap amal ibadah pada hari Tasyrik memiliki keistimewaan tersendiri dan lebih utama dibandingkan hari-hari lain.

Namun, pada hari-hari ini, muslim dilarang berpuasa karena merupakan hari untuk makan dan minum, menikmati hasil kurban. Rasulullah SAW bersabda.

“Hari Arafah, hari Idul Adha, dan hari Tasyrik adalah hari raya kita pemeluk agama Islam, serta merupakan hari-hari untuk makan dan minum.” (HR. An-Nasa’i, No 2954)

Demikianlah penjelasan mengenai hari Tasyrik, mulai dari pengertian, keutamaan, amalan yang dianjurkan, hingga larangan yang berlaku. Semoga informasi ini bermanfaat dan dapat meningkatkan pemahaman serta keimanan kita semua.

PDAM Makassar