KabarMakassar.com -- Kebakaran hebat melanda kawasan permukiman padat penduduk di Jalan Teuku Umar 10, Lorong 7, Kelurahan Kaluku Bodoa, Kecamatan Tallo, Kota Makassar, Selasa (13/10/2026) siang.
Sedikitnya 16 rumah warga dilaporkan hangus dan rusak terdampak kobaran api. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun dua petugas pemadam kebakaran sempat mengalami cedera saat proses penanganan.
Api disebut pertama kali muncul dari salah satu rumah di kawasan lorong tersebut saat memasuki waktu salat Dzuhur.
Tiupan angin yang cukup kencang serta kondisi bangunan semipermanen yang berdempetan membuat api dengan cepat merambat ke rumah-rumah di sekitarnya.
Kepulan asap hitam pekat terlihat membumbung tinggi dari kawasan permukiman dan memicu kepanikan warga.
Sejumlah warga berupaya menyelamatkan diri dan membawa keluar barang-barang berharga sembari menunggu kedatangan petugas pemadam kebakaran.
25 Armada Damkar Dikerahkan
Dinas Pemadam Kebakaran Kota Makassar mengerahkan sedikitnya 25 unit armada untuk melakukan pemadaman.
Armada tersebut terdiri atas 21 unit dari Mako Damkar dan empat unit dari Posko Ujung Tanah.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kota Makassar, Andi Fadli Wellang, mengatakan petugas menghadapi sejumlah kendala saat melakukan pemadaman.
“Kendala tadi ada beberapa jalan yang memang tidak bisa dilalui oleh kendaraan sehingga harus menarik selang secara manual ke dalam gang sempit. Selain itu, kondisi warga yang padat di lokasi karena kejadian bertepatan siang hari juga menjadi tantangan,” ujar Fadli.
Menurutnya, kondisi lorong yang sempit membuat mobil pemadam tidak dapat mendekati seluruh titik kebakaran.
Petugas akhirnya harus menarik selang secara manual untuk menjangkau rumah-rumah yang terdampak.
Dua Petugas Damkar Cedera
Dalam proses pemadaman, dua petugas Damkar Makassar mengalami cedera.
Satu petugas terkena lelehan plastik dari bagian atap rumah, sementara seorang lainnya tertusuk paku ketika melakukan penanganan di lokasi.
Kedua petugas langsung mendapatkan penanganan medis.
Meski demikian, proses pemadaman tetap dilanjutkan hingga titik api berhasil dikuasai.
Warga Selamatkan Surat Penting
Kebakaran tersebut membuat sejumlah warga kehilangan tempat tinggal.
Salah seorang korban terdampak, H. Darwis, mengaku sedang berada di pasar saat mendapat kabar kebakaran.
“Saya kan di pasar menjual, anak saya ada di kantornya. Hanya cucu saya yang datang ke pasar menyampaikan kalau di belakang rumah terbakar. Lalu saya sampaikan untuk jaga adiknya dan bawa surat-surat penting keluar,” tutur Darwis.
Saat tiba di lokasi, api disebut telah membesar dan membakar sebagian rumahnya.
“Kejadiannya saat salat Dzuhur. Alhamdulillah cucu saya selamat,” tambahnya.
Petugas akhirnya berhasil mengendalikan kobaran api dan melanjutkan proses pendinginan untuk memastikan tidak ada titik api yang kembali menyala.
Damkar Makassar memastikan tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.
Sementara jumlah kerugian materiil masih dalam proses pendataan. Penyebab pasti kebakaran juga masih diselidiki pihak berwenang.
Penulis: Soleh Sibali