KabarMakassar.com — Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin alias Appi menetapkan Tudob Studio sebagai pemenang sayembara desain logo dan identitas visual HUT ke-419 Kota Makassar.
Logo tersebut mengusung makna harapan yang dipadukan dengan kearifan lokal dan konsep modern.
Pengumuman pemenang sekaligus pemilahan logo resmi digelar di Makassar Creative Hub (MCH) jalan Nusantara pada Jumat (09/10).
Sebelum dilakukan pemilihan, masing-masing peserta terlebih dulu melakukan presentasi logo termaksud Tudob Studio.
Hadir dalam agenda tersebut, Sekda Kota Makassar Zulkifly Nanda, Ketua PKK Kota Makassar Melinda Aksa, Kadispar Makassar Hendra Hakamudin dan Kepala SKPD Kota Makassar.
Appi menyebut, penentuan logo dilakukan melalui pembahasan bersama dengan mempertimbangkan gagasan yang ditawarkan para finalis.
Menurut Appi, tema utama HUT ke-419 Kota Makassar adalah hope atau harapan. Makna tersebut dipilih sebagai pesan bahwa kemajuan kota membutuhkan optimisme dan kerja bersama.
“Harapan ini akan tumbuh ketika kota ini membangun kolaborasi, ketika kota ini tumbuh secara bersama-sama,” kata Appi.
Ia menjelaskan, empat finalis yang masuk tahap akhir menghadirkan interpretasi berbeda mengenai harapan dan modernitas. Setiap karya dinilai memiliki nilai dan sudut pandang tersendiri sehingga proses penentuan pemenang bukan perkara mudah.
Namun, pemerintah kota harus memilih satu desain untuk digunakan sebagai identitas resmi perayaan hari jadi Makassar.
“Kepada teman-teman yang tidak menjadi pemenang, mohon maaf. Ini adalah bagian dari sebuah pengalaman. Kita hanya akan memilih satu,” ujarnya.
Appi juga menegaskan, proses pemilihan berlangsung secara objektif tanpa pengaruh pihak tertentu. Ia menyampaikan apresiasi kepada para peserta yang telah berkontribusi melalui karya mereka.
Dalam proses penyusunan identitas visual tersebut, Pemkot Makassar turut melibatkan Asosiasi Desainer Grafis Indonesia (ADGI). Keterlibatan organisasi profesi itu diharapkan membuat desain yang dihasilkan tidak hanya memiliki nilai estetika, tetapi juga landasan filosofi, profesionalitas, dan etika.
Appi menilai perpaduan kearifan lokal dengan pendekatan modern menjadi bagian penting dalam membangun identitas visual Kota Makassar.
Nilai budaya, kata dia, perlu dipertahankan sekaligus diterjemahkan melalui kreativitas agar tetap relevan dengan perkembangan zaman.
Appi menambahkan, rangkaian HUT ke-419 Makassar akan berlangsung selama satu bulan dengan melibatkan sejumlah perangkat daerah. Ia menekankan agar program yang disiapkan tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Kegiatan ini bukan kegiatan yang sifatnya pura-pura, tetapi kegiatan yang langsung turun melibatkan masyarakat yang ada di Kota Makassar,” tukasnya.
Sementara itu, Ketua ADGI, Achmad Zulfikar, menjelaskan proses sayembara tidak sekadar mempertemukan peserta dalam sebuah kompetisi. Para desainer terlebih dahulu melewati seleksi portofolio dan wawancara sebelum ditetapkan sebagai finalis.
“Ini bukan lomba, tapi sebuah sayembara di mana proses kurasinya panjang. Teman-teman yang terlibat itu melempar portofolionya dulu, karena minimal harus sudah berkarier di atas lima tahun di industri desain,” kata Achmad.
Kata Achmad ratusan portofolio yang masuk, panitia melakukan seleksi hingga mengerucut menjadi 10 kandidat. Setelah melalui wawancara lanjutan, empat finalis terpilih untuk mengembangkan konsep desain selama satu bulan.
Menurut Achmad, proses tersebut bertujuan menjaga objektivitas desain tanpa membatasi idealisme masing-masing desainer. Setiap finalis diberi ruang untuk menerjemahkan tema yang ditetapkan ke dalam pendekatan visual berbeda.
“Bagaimana teman-teman desainer itu bisa tetap fokus pada objektivitas temanya, tapi di saat bersamaan tidak mengganggu idealisme dari studio masing-masing atau peserta masing-masing,” ujarnya.
Ia menjelaskan, perbedaan pendekatan terlihat dari empat desain yang dipresentasikan pada tahap akhir. Meski sejumlah finalis mengangkat filosofi serupa, cara menerjemahkannya ke dalam desain modern dan kontemporer tidak sama.
Proses tersebut menjadi bagian dari upaya ADGI memperkenalkan pendekatan desain profesional dalam pembangunan identitas visual Kota Makassar.
Penulis: Nursinta