KabarMakassar.com — Wakil Wali Kota (Wawali) Makassar Aliyah Mustika Ilham disebut sudah resmi menjadi kader Partai Golkar setelah sebelumnya meninggalkan Partai Demokrat.
Status keanggotaan Aliyah tersebut disampaikan Ketua Bappilu DPD I Golkar Sulawesi Selatan, Kadir Halid, saat menjelaskan persiapan Musyawarah Daerah (Musda) Golkar tingkat kabupaten/kota di Sulsel.
“Sudah masuk, kader,” kata Kadir Halid saat ditanya mengenai status Aliyah di Partai Golkar, Senin (28/09).
Kadir bahkan menegaskan Aliyah sudah berstatus sebagai kader Golkar. Namun, ketika ditanya mengenai Kartu Tanda Anggota (KTA), ia tidak memberikan penjelasan lebih lanjut mengenai nomor atau bentuk KTA tersebut.
Pernyataan itu muncul setelah suami Aliyah, Ilham Arief Sirajuddin (IAS), sebelumnya menyatakan bahwa Aliyah telah mengundurkan diri dari Partai Demokrat. IAS menyebut surat pengunduran diri istrinya telah diterima Sekjen Demokrat Herman Khaeron pada 2026.
Aliyah memiliki perjalanan politik cukup panjang. Ia pertama kali terpilih sebagai anggota DPR RI pada Pemilu 2014 dan kembali terpilih untuk periode 2019-2024 melalui Partai Demokrat dari daerah pemilihan Sulawesi Selatan I.
Sebelum aktif sebagai politisi nasional, Aliyah juga memiliki rekam aktivitas organisasi yang berkaitan dengan Golkar. Berdasarkan profil yang dipublikasikan MPR, ia pernah aktif di organisasi sayap kepemudaan Golkar, kemudian di KNPI Sulawesi Selatan serta pernah memimpin Himpunan Wanita Karya (HWK) Kota Makassar.
Karier politik Aliyah kemudian berlanjut hingga menduduki kursi DPR RI. Pada Pemilu 2019, ia kembali terpilih melalui Partai Demokrat dan tercatat sebagai anggota Fraksi Demokrat di DPR RI.
Pada Pilkada Makassar 2024, Aliyah maju sebagai calon wakil wali kota mendampingi Munafri Arifuddin atau Appi. Pasangan tersebut kemudian ditetapkan sebagai Wali Kota dan Wakil Wali Kota Makassar periode 2025-2030.
Aliyah kini menjalankan tugas sebagai Wakil Wali Kota Makassar bersama Munafri Arifuddin. Pemerintah Kota Makassar juga mencatat Aliyah sebagai Wakil Wali Kota Makassar periode berjalan.
Di sisi lain, Kadir Halid dalam keterangannya juga menjelaskan bahwa seluruh kepengurusan DPD II Golkar kabupaten/kota di Sulsel, kecuali Maros dan Bone yang berstatus pelaksana tugas, diperpanjang hingga pelaksanaan Musda.
“Semua 24 kabupaten kota diperpanjang. Di luar Bone sama Maros itu diperpanjang semua,” ujar Kadir.
Menurut Kadir, Musda Golkar tingkat kabupaten/kota ditargetkan rampung hingga Desember 2026. Jadwal masing-masing daerah nantinya diatur oleh DPD I Golkar Sulsel, dengan pelaksanaan yang dijadwalkan pada November hingga Desember.
Penulis: Nursinta