Langsung ke konten
News

Kabut Asap Selimuti Gowa, BMKG Catat Penurunan Kualitas Udara Sulsel

Kabut asap menyelimuti Gowa dan sejumlah wilayah Sulawesi Selatan. BMKG mencatat penurunan kualitas udara dan mengimbau warga mengurangi paparan asap.

Nofisari Diperbarui
Kabut asap menyelimuti wilayah Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, sehingga udara tampak keruh dan jarak pandang berkurang (Dok: Ist)
Kabut asap menyelimuti wilayah Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, sehingga udara tampak keruh dan jarak pandang berkurang (Dok: Ist)

KabarMakassar.com — Kabut asap menyelimuti wilayah Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan (Sulsel), pada pertengahan Oktober 2026. Kondisi tersebut menyebabkan udara tampak keruh dan jarak pandang berkurang.

Berdasarkan pantauan di lokasi, sejumlah pengendara sepeda motor tetap beraktivitas di jalan raya. Sebagian pengendara terlihat menggunakan masker untuk mengurangi paparan asap.

Prakirawan BMKG Wilayah IV Makassar, Nurahmi Utami, menjelaskan penurunan kualitas udara di sejumlah wilayah Sulawesi Selatan telah terdeteksi sejak akhir September hingga awal Oktober 2026.

Pada periode tersebut, konsentrasi partikulat di udara tercatat mencapai 150,5 mikrogram per meter kubik (µg/m³). Menurut keterangan BMKG, kondisi kualitas udara di sejumlah titik pemantauan masuk kategori tidak sehat hingga sangat tidak sehat.

BMKG menyebut pergerakan angin dan kebakaran hutan serta lahan menjadi faktor yang memengaruhi penyebaran asap di Sulawesi Selatan.

Pola angin dari arah timur disebut membawa material asap dari wilayah Maluku menuju Sulawesi Selatan. Sementara itu, kebakaran hutan dan lahan di sejumlah daerah di Sulsel turut memperburuk konsentrasi partikel di udara.

Selain Gowa, kabut asap juga dilaporkan berdampak pada sejumlah wilayah lain, di antaranya Makassar, Parepare, Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), Bone, serta Pinrang.

"Kualitas udara berpotensi memburuk apabila kebakaran terus meluas. Sebaliknya, hujan diharapkan dapat membantu membasahi wilayah terdampak dan mengurangi konsentrasi partikel asap di udara," terangnya, Rabu (14/10).

BMKG juga mengingatkan bahwa kabut asap berpotensi mengurangi jarak pandang pengguna jalan dan mengganggu aktivitas penerbangan.

Pemantauan terhadap pergerakan asap dan konsentrasi partikulat di wilayah Sulawesi Selatan terus dilakukan secara berkala oleh BMKG Wilayah IV Makassar.

Masyarakat di Gowa dan daerah terdampak lainnya diimbau membatasi aktivitas di luar ruangan ketika asap semakin pekat. Warga juga disarankan menggunakan masker yang sesuai saat harus beraktivitas di luar rumah, menjaga kecukupan cairan tubuh, serta memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami gangguan pernapasan.

 

Penulis: Sholeh Sibali

Pilihan Lain

Berita Terkait

Lihat Semua