Langsung ke konten
News

Jalan Cemara NTI Rusak Parah, Warga: Sudah 3 Tahun Dijanjikan

Warga Jalan Cemara NTI, Kecamatan Tamalanrea, Makassar, mengeluhkan jalan rusak dan berdebu yang disebut telah bertahun-tahun menunggu perbaikan. Dinas PU menargetkan pengerjaan betonisasi pada 2027.

ardiyanti Diperbarui
Penampakan Jalan Cemara NTI yang Dikeluhkan Warga (Dok: Ist).
Penampakan Jalan Cemara NTI yang Dikeluhkan Warga (Dok: Ist).

KabarMakassar.com — Warga Jalan Cemara RT 001/RW 002, Nusa Tamalanrea Indah (NTI), Kelurahan Kapasa, Kecamatan Tamalanrea, Kota Makassar, mengeluhkan kondisi jalan di lingkungan mereka yang rusak parah dan dipenuhi debu.

Diketahui, ukuran Jalan Cemara memiliki panjang ±120 meter dan lebar ±7 meter.

Salah satu warga di Jalan Cemara NTI, Rezkar (35), mengungkapkan bahwa aksi tersebut terpaksa dilakukan lantaran debu jalanan yang pekat sudah sangat meresahkan, ditambah banyak pengendara yang melintas dengan kecepatan tinggi di jalan yang berlubang.

"Sudah ada sebulan lebih kami memasang papannya. Kami pasang (papan protes) karena sudah meresahkan, debu sudah banyak. Terus orang juga kencang (bawa kendaraan), kasihan anak-anak di sini, sementara jalan berlubang," keluhnya, Kamis (08/10).
Ia menyebut, inisiatif itu lahir dari kesepakatan bersama warga karena merasa terus diabaikan setelah tiga tahun dijanjikan perbaikan.

"Karena kami merasakan imbasnya. Bagaimana kalau kendaraan itu lewat kencang dan tidak pernah memperhatikan kita? Bagaimana debu, keselamatan anak-anak? Itulah yang kami berinisiatif untuk memasang tanda itu supaya pengendara berhati-hati sedikit, istilahnya pelan-pelanlah. Karena situasi jalan kita begini, sangat jelek dan berdebu. Itulah inisiatif kami memasang begituan. Karena sudah dijanjikan juga, sudah 3 tahun dijanjikan terus," tambahnya.

Rezkar juga menyebut bahwa Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Makassar telah beberapa kali melakukan pengukuran jalan, tetapi Jalan Cemara belum diperbaiki sampai saat ini.

"Sudah delapan kali pengukuran, sampai sekarang tidak ada realisasinya. Kalau tidak sekitar bulan 7 tahun lalu terakhir mereka datang mengukur di sini," sebutnya saat dikonfirmasi.

Senada dengan Rezkar, warga lainnya bernama Manaf (55), juga melayangkan protes yang sama. Ia menyoroti perbaikan di wilayah lain yang seharusnya bukan menjadi prioritas perbaikan.

"Sudah bertahun-tahun kami sebenarnya ini. Resah sekali dengan jalan kami, karena kenapa? Kita sudah melihat di jalan-jalan lain, selalu mendapat bantuan pengecoran. Kenapa jalan poros begini tidak pernah diperhatikan, kasihan? Giliran ada bantuan masuk, justru jalan-jalan buntu yang dapat bantuan, jalan bagus yang dikerja. Justru kita yang jelek (jalan rusak) ini membutuhkan perbaikan, ditiadakan, kayak tidak diperhatikan," ungkapnya.

"Kami itu menginjak licin di dalam rumah itu debu. Makanya beginilah keadaannya kami di sini, sangat resah. Dijanjikan terus akhir tahun, Sampai sekarang ini akhir tahun lagi belum pernah dikerja. Tapi saya dengar-dengar juga anggarannya sudah dimasukkan tapi belum dikerja-kerja," sambungnya.

Manaf juga berharap agar pihak pemerintah memperhatikan kondisi di Jalan Cemara agar bisa diperbaiki dalam waktu dekat ini.

"Mudah-mudahan pemerintah memperhatikanlah bagaimana supaya jalan poros ini juga bisa mendapatkan bantuan. Paling tidak, mau paving, mau cor, yang penting ada perbaikan. Kami mengharapkan sekali ada perbaikanlah, diperhatikan. Tolong diperhatikanlah!," harapnya.

Sementara, Ketua RT 001, RW 002 NTI, Diman, mengaku telah melakukan komunikasi kepada sejumlah anggota DPRD Makassar terkait permasalahan Jalan Cemara.

"Saya sudah kirimkan lokasi dan videokan (kondisi jalan) kepada anggota dewan. Katanya nanti dintensifkan," bebernya kepada SINDO Makassar.

Ia menyayangkan kondisi jalan yang hingga kini belum juga dikerjakan, meski proyek tersebut telah masuk dalam penjadwalan pengerjaan tahun ini setelah diusulkan sejak dua tahun lalu.

"Katanya tidak perlu diusulkan ini karena sudah pengerjaan tahun ini, sudah masuk schedule (penjadwalan) pengerjaan tahun ini. Jadi, dua tahun yang lalu itu dimasukkan, lalu tahun ini pengerjaan, jadi tidak perlu lagi dipertanyakan. Tapi saat ini belum dikerjakan itu jalan. Kasihan warga yang tinggal di sekitar sana," jelasnya.

Menanggapi keluhan warga, Kepala Bidang (Kabid) Jalan dan Jembatan Dinas PU Kota Makassar, Muhammad Amin, menjelaskan bahwa perumahan NTI baru saja diserahterimakan Prasarana, Sarana, dan Utilitas (PSU)-nya sekitar dua tahun lalu.

Dia bilang, pengerjaan infrastruktur di kawasan tersebut pun sudah mulai dilakukan sejak masa penyerahan PSU itu berjalan.

"NTI baru-baru penyerahan PSU, sekitar 2 tahun. Terus dimulai penyerahan PSU, sudah mulai dikerja. Jadi banyak di dalam (NTI) itu sudah dikerja, betonisasi. Karena terbatasnya anggaran, nanti itu kami bertahap," jelasnya saat memberikan keterangan.

Terkait kondisi Jalan Cemara di lokasi tersebut, Amin mengaku pihaknya telah menerima adanya pengaduan dari masyarakat setempat sebelumnya.

"Untuk Jalan Cemara ini sudah ada pernah  pengaduan masyarakat dari situ. Itu pas tahun lalu, sudah fix itu anggaran 2026 baru pengadaan, baru mengajukan. Nanti dikerja ini (Jalan Cemara) kan ini butuh perencanaan. Tidak serta-merta langsung, butuh anggaran besar karena ini kan beton, betonisasi. Jadi, sudah masuk di database dan sudah ada pengaduan masyarakat," akunya.

Ia menegaskan bahwa proyek Jalan Cemara NTI telah masuk ke dalam database Dinas PU Kota Makassar.

"Jadi, dia (proyek Jalan Cemara) sudah masuk database, jadi kami sudah siapkan. Insyaallah tahun depan pokok, 2027 kami masukkan. Karena kami usahakan perencanaannya dulu, karena kalau fisik begini harus adaDED perencanaannya, baru bisa dikerja," tegasnya.

Saat dikonfirmasi mengenai kepastian anggaran, pihak Amin menjelaskan bahwa proyek tersebut tidak dapat dimasukkan ke dalam anggaran perubahan tahun ini.

"Tidak bisa, karena ini kan sisa perubahan. Perubahan enggak ada beton. Karena itu kalau beton ini waktunya agak lama, karena itu kan setiap setiap selesai pengecoran kan harus p-28 hari baru optimal itu beton," katanya kepada SINDO Makassar lewat WhatsApp.

Ia menambahkan proses pengerjaan konstruksi jalan yang membutuhkan tahapan pemasangan beton kurus dilanjutkan dengan pengecoran rigid memakan waktu sekitar empat bulan.

"Ini kan dibagi-bagi ada beton kurus, baru rigid. Jadi butuh kurang lebih 3 bulan atau hampir 4 bulan. Jadi ini kan enggak cukup waktu. Baru ada tahap perencanaannya dulu. Jadi nanti pokok tahun 2027 baru kami kerjakan. Sekitar bulan 5 tahun depan dikerjakan," sambungnya.

Selain itu, Amin mengonfirmasi bahwa kegiatan pengukuran yang berulang kali dilakukan oleh tim survei merupakan bagian dari tahapan survei lapangan untuk keperluan perencanaan.

"Tim survei kan itu untuk ada pengukuran untuk survei. Survei saja, hanya survei melihat bahwa untuk masuk di database kami bahwa ada jalan ini yang perlu penanganan, pengukuran. Ada juga survei survei rutin. Karena ini kan sudah masuk di database, melihat keparahannya. Jadi bisa saja berkali-kali. Nanti para saat pembuatan disurvei lagi," tutupnya.

 

Penulis: Nursinta

Pilihan Lain

Berita Terkait

Lihat Semua