KabarMakassar.com – Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Sulawesi Selatan, Ilham Ari Fauzi Amir Uskara, menyatakan restrukturisasi kepengurusan DPP menjadi bagian dari upaya memperkuat konsolidasi partai menjelang verifikasi kepesertaan Pemilu 2027 dan Pemilu 2029.
Pernyataan itu disampaikan menyusul keputusan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) III PPP yang memberhentikan Agus Suparmanto dari jabatan Wakil Ketua Umum serta Taj Yasin Maimoen atau Gus Yasin dari posisi Sekretaris Jenderal DPP PPP periode 2025–2030.
Ilham mengatakan, keinginan untuk melakukan pembenahan kepengurusan tidak hanya muncul di tingkat pusat. Menurut dia, DPW PPP di berbagai daerah, termasuk Sulawesi Selatan, menginginkan restrukturisasi agar organisasi lebih siap menghadapi agenda politik mendatang.
“Menjelang persiapan proses kepesertaan Pemilu, DPW PPP se-Indonesia, termasuk DPW PPP Sulsel, menginginkan adanya restrukturisasi dari kepengurusan DPP yang ada sekarang,” kata Ilham, Kamis (29/10).
Ia menilai keputusan yang dihasilkan dalam Rakornas III merupakan langkah konkret dalam proses evaluasi kepengurusan. Keputusan tersebut, menurut dia, disepakati dalam forum yang diikuti 38 ketua dan sekretaris DPW PPP se-Indonesia secara daring.
“Keputusan hasil Rakornas III, yaitu pemberhentian Waketum dan Sekjen, merupakan langkah konkret berdasarkan penilaian keaktifan dan diamini oleh peserta Rakornas via Zoom, 38 ketua dan sekretaris DPW se-Indonesia,” ujarnya.
Ilham mengakui perubahan susunan pengurus di tingkat pusat dapat memunculkan dinamika baru hingga ke struktur partai di daerah. Namun, ia menekankan pentingnya memastikan kepengurusan yang menjalankan organisasi mampu menggerakkan seluruh perangkat partai.
Menurut dia, persiapan menghadapi pemilu membutuhkan kerja bersama dari tingkat pusat, wilayah, cabang, hingga ranting. Karena itu, konsolidasi organisasi perlu diarahkan pada kesiapan struktur dan pelaksanaan program partai.
Ilham mengibaratkan PPP seperti sebuah pesawat yang membutuhkan koordinasi dan kepatuhan terhadap komando agar dapat melewati berbagai tantangan selama perjalanan.
“Mesin partai menjelang Pemilu harus dibawa oleh orang-orang terbaik dan siap menerbangkan Partai PPP,” katanya.
“Menggunakan analogi pesawat, maka orang-orang yang berada di dalam kokpit harus patuh pada komando pilot, agar bisa melalui badai, angin, dan goncangan selama perjalanan,” sambungnya.
Pernyataan Ilham menempatkan restrukturisasi DPP dalam konteks kesiapan organisasi menghadapi tahapan pemilu. Bagi DPW PPP Sulsel, penguatan struktur dan koordinasi internal menjadi bagian penting dari upaya menyelaraskan kerja partai di tingkat pusat dan daerah.
Sebelumnya, Rakornas III PPP juga menyepakati rencana pembentukan enam badan dan lembaga untuk mendukung kerja organisasi.
Perangkat tersebut mencakup bidang pemenangan pemilu, teknologi informasi dan database, pendidikan politik, administrasi dan aset, strategi partai, serta kajian dan bantuan hukum.
Pembentukan perangkat organisasi dan restrukturisasi kepengurusan tersebut menjadi agenda DPP PPP dalam mempersiapkan partai menghadapi verifikasi politik 2027 dan Pemilu 2029.
Penulis: Nursinta