KabarMakassar.com -- Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) I Partai Golkar Sulawesi Selatan (Sulsel), Ilham Arief Sirajuddin (IAS), mengungkap pengorbanan keluarganya selama perjalanan konsolidasi hingga dirinya mencapai pucuk kepemimpinan Golkar Sulsel.
IAS secara khusus menyampaikan apresiasi kepada sang istri Wakil Wali Kota Makassar Aliyah Mustika Ilham yang turut memberikan dukungan selama proses politik tersebut. Ia menyebut, perjalanan panjang menuju kursi kepemimpinan Golkar Sulsel tidak hanya menguras waktu dan tenaga, tetapi juga berdampak pada kehidupan keluarga.
Salah satu pengorbanan yang disampaikan IAS adalah keputusan istrinya meninggalkan identitas politik sebelumnya (Demokrat) dan beralih mengenakan warna kuning Golkar.
“Pengorbanan pertama, dia harus melunturkan identitasnya dari sebuah warna tertentu menjadi warna kuning hari ini,” ujar IAS, Minggu (25/10).
Ia juga mengungkapkan, tentu pengorbanan itu tidak muda untuk istrinya Aliyah Mustika pasalnya warna tersebut yang telah mengantarkan Aliyah mengabdikan diri selama 10 tahun di DPR dan menjadikannya Wakil Wali Kota saat ini. Karena itu, perubahan tersebut menjadi bagian dari perjalanan politik keluarga yang menurutnya patut mendapat penghargaan.
“Perjalanan panjang ini, saya kira banyak mengorbankan orang, banyak mengorbankan waktu dan tenaga, dan yang paling banyak mengorbankan waktu untuk keluarga. Oleh karena itu, izinkan saya terima kasih kepada istri saya yang tercinta,” katanya.
IAS menyampaikan terima kasih kepada istri dan keluarga yang terus memberikan dukungan serta doa di tengah proses konsolidasi partai.
“Begitu banyak pengorbanannya. Maka pengorbanan itu, saya mengucapkan terima kasih kepada istri dan keluarga saya yang selalu memberikan support dan doa-doa,” tuturnya.
Diketahui, Aliyah Mustika Ilham resmi melepas statusnya dan mundur dari jabatannya sebagai Ketua DPC Partai Demokrat Kota Makassar pada Mei 2026 lalu.
Kepastian statusnya sebagai kader Partai Golkar dikonfirmasi oleh pengurus Golkar Sulawesi Selatan (seperti Kadir Halid dan Supriansa) pada akhir September hingga awal Oktober 2026.
Langkah politik ini menyusul keputusan suaminya, Ilham Arief Sirajuddin (IAS), yang menjabat sebagai Ketua DPD I Golkar Sulawesi Selatan.
Penulis: Nursinta