KabarMakassar.com -- Hujan yang cukup lebat mengguyur kawasan wisata dataran tinggi Malino, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, Jumat (23/10).
Kejadian itu terekam dalam sebuah video yang beredar luas dan menarik perhatian warga, sebab wilayah Sulsel sedang berada dalam kemarau panjang akibat fenomena El Nino.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG)Wilayah IV Makassar memastikan video tersebut benar adanya.
Staf Prakirawan BMKG Makassar, Farid, menyebut fenomena itu tertangkap langsung oleh pantauan radar cuaca yang dimiliki BMKG.
"Terdeteksi di radar BMKG, hujan di sebagian wilayah Gowa, Maros, Pangkep umumnya di daerah dataran tingginya, seperti Malino Gowa," kata Farid.
Menurut Farid, hujan di kawasan pegunungan seperti Malino sebenarnya bukan hal yang mustahil terjadi, bahkan ketika musim kemarau sedang berlangsung.
Ia menjelaskan bahwa wilayah dataran tinggi memang memiliki potensi hujan yang lebih besar dibanding daerah lain.
"Hujan memang potensi turun di dataran tinggi seperti Malino. Hujan yang terjadi di Malino imbas pembentukan awan dari laut," ujarnya.
Proses terbentuknya hujan itu, lanjut Farid, berawal dari awan-awan yang tumbuh di atas perairan.
Awan tersebut kemudian terbawa angin menuju daratan hingga menyentuh kawasan pegunungan.
"Biasanya pembentukan awan di laut dan terbawa ke daratan, karena kenaikan ketinggian, awan akan punah menjadi hujan di dataran tinggi," jelasnya.
Hujan di Malino ternyata bukan kali pertama terjadi dalam beberapa waktu terakhir.
Farid mengungkapkan, kawasan wisata pegunungan itu sebelumnya sudah sempat diguyur hujan, meski intensitasnya jauh lebih rendah dari yang terjadi hari ini.
"Ada hujan sangat ringan di tanggal 17 lalu, dan hari ini yang lumayan lebat," pungkasnya.
Penulis: Syamsi Nur Fadhila