KabarMakassar.com -- Badan Pusat Statistik (BPS) Sulawesi Selatan mencatat inflasi tahunan atau year on year (y-on-y) Sulsel mencapai 4,24 persen pada Oktober 2026. Angka tersebut meningkat dibandingkan inflasi September 2026 yang berada pada level 3,75 persen, dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) tercatat sebesar 113,44.
Hasil pemantauan harga di delapan kabupaten/kota menunjukkan Makassar menjadi daerah dengan inflasi tertinggi di Sulawesi Selatan. Ibu kota provinsi tersebut mencatat inflasi tahunan sebesar 4,55 persen dengan IHK 113,89. Sebaliknya, Kabupaten Bulukumba mengalami inflasi terendah sebesar 2,86 persen dengan IHK 111,34.
“Pada Oktober 2026 terjadi inflasi y-on-y Provinsi Sulawesi Selatan sebesar 4,24 persen atau terjadi kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 108,83 pada Oktober 2025 menjadi 113,44 pada Oktober 2026,” ungkap Kepala BPS Sulsel, Aryanto, dalam rilis resminya, Senin (2/11/2026).
Selain kenaikan secara tahunan, pergerakan harga di Sulsel juga menunjukkan inflasi bulanan atau month to month (m-to-m) sebesar 0,57 persen pada Oktober 2026. Adapun inflasi sepanjang tahun berjalan atau year to date (y-to-d) mencapai 3,81 persen.
BPS menjelaskan kenaikan inflasi tahunan tersebut terjadi karena peningkatan harga pada seluruh kelompok pengeluaran masyarakat. Kelompok makanan, minuman dan tembakau mengalami inflasi paling tinggi, yakni 7,71 persen, sekaligus menjadi penyumbang terbesar terhadap kenaikan harga secara keseluruhan.
"Tekanan harga juga terlihat pada sejumlah kelompok pengeluaran lainnya. Perawatan pribadi dan jasa lainnya mengalami inflasi 4,74 persen, penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 4,15 persen, serta transportasi sebesar 3,79 persen," jelasnya.
Sementara itu, inflasi kelompok pendidikan tercatat 2,80 persen, perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 2,33 persen, rekreasi, olahraga dan budaya sebesar 2,02 persen, serta informasi, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 2 persen.
"Kelompok kesehatan mengalami kenaikan harga 1,64 persen. Berikutnya, perumahan, air, listrik dan bahan bakar rumah tangga mencatat inflasi 1,38 persen, sedangkan pakaian dan alas kaki mengalami kenaikan paling rendah sebesar 0,50 persen," pungkasnya,
Penulis: Syamsi Nur Fadhila