Langsung ke konten
News

Guru SMAN 2 Takalar Meninggal Usai Pingsan Saat Upacara Bendera

Guru SMAN 2 Takalar, Muhammad Arman Tahir (44), meninggal dunia setelah pingsan saat mengikuti upacara bendera, Senin (28/9/2026).

ardiyanti
(Foto : IST)
(Foto : IST)

KabarMakassar.com -- Suasana upacara bendera di SMA Negeri 2 Takalar, Kelurahan Pappa, Kecamatan Pattallassang, Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan, berubah menjadi duka setelah seorang guru meninggal dunia usai mendadak pingsan, Senin (28/9/2026).

Guru tersebut diketahui bernama Muhammad Arman Tahir (44), pengajar Bahasa Indonesia yang berdomisili di Bajeng.

Kepala SMAN 2 Takalar, H. Abdul Rauf Ampang, mengatakan peristiwa itu terjadi sekitar pukul 07.30 WITA saat upacara rutin hari Senin berlangsung di halaman sekolah.

Muhammad Arman Tahir awalnya mengikuti upacara bersama jajaran guru dan para siswa. Namun, di tengah kegiatan, ia tiba-tiba jatuh dan tidak sadarkan diri.

Kejadian tersebut membuat pelaksanaan upacara sempat terhenti. Pihak sekolah bersama sejumlah guru kemudian memberikan pertolongan awal sebelum membawa Muhammad Arman Tahir ke rumah sakit.

"Pihak sekolah dan rekan-rekan guru yang berada di lokasi langsung memberikan pertolongan pertama dan membawanya ke rumah sakit," ujar Abdul Rauf.

Direktur Utama RSUD H. Padjonga Daeng Ngalle Takalar, dr. Ruslan, membenarkan bahwa Muhammad Arman Tahir sempat dibawa ke rumah sakit.

Menurutnya, saat tiba di rumah sakit, pasien sudah dalam kondisi cardiac arrest atau henti jantung.

"Benar, ada masuk di RS Padjonga dalam kondisi cardiac arrest," kata Ruslan.

Tim medis kemudian melakukan tindakan resusitasi di Instalasi Gawat Darurat (IGD) untuk mengembalikan fungsi pernapasan dan sirkulasi darah.

Namun, setelah dilakukan upaya pertolongan medis, nyawa Muhammad Arman Tahir tidak dapat diselamatkan dan dinyatakan meninggal dunia.

Kepergian Muhammad Arman Tahir meninggalkan duka bagi keluarga besar SMAN 2 Takalar.

Ia dikenal sebagai guru Bahasa Indonesia yang aktif dan berdedikasi dalam menjalankan tugas mengajar. Muhammad Arman Tahir diketahui mulai mengabdi di sekolah tersebut sejak 2014.

Pihak sekolah mengenangnya sebagai tenaga pendidik yang memiliki dedikasi baik dalam proses belajar mengajar serta dekat dengan lingkungan sekolah.

 

Penulis: Soleh Sibali

Pilihan Lain

Berita Terkait

Lihat Semua