KabarMakassar.com -- Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman meresmikan ruas jalan Burung-Burung–Bili-Bili yang dikerjakan lewat paket 1 Multi Years Project (MYP), Rabu (21/10).
Ruas jalan ini menjadi salah satu jalur strategis yang menghubungkan kawasan Gowa dengan Kota Makassar, sekaligus menjadi akses menuju wilayah dataran tinggi Malino.
Dalam peresmian tersebut, Andi Sudirman menjelaskan sejumlah pertimbangan di balik pemilihan skema MYP atau tahun jamak, mulai dari penghematan biaya hingga kualitas pekerjaan konstruksi.
Menurut Andi Sudirman, skema multi years membuat pemerintah tidak perlu berulang kali melewati tahapan lelang, pengadaan, dan mobilisasi barang yang selama ini memakan biaya besar. Ia menilai proses yang terpecah-pecah justru menguras waktu dan anggaran.
"Dengan multi-years itu mengurangi tahapan-tahapan lelang, pengadaan, mobilisasi barang. Tentu memakan biaya semua itu," ujar Andi Sudirman.
Ia merinci, proses lelang saja sudah menyita waktu. Belum lagi persoalan dokumen dan gambar perencanaan yang kerap tidak terintegrasi, serta mobilisasi alat yang harus dilakukan berulang kali setiap tahap pekerjaan.
"Mulai dari tahap lelang, waktu habis. Kemudian masalah dokumen, gambar, dan sebagainya tidak terintegrasi. Yang ketiga tentang mobilisasi alat, kemudian persiapan dan sebagainya, dan kemudian balik lagi di mobilisasi. Ini tentu menghabiskan uang," katanya.
Dengan skema yang mencakup seluruh pekerjaan sekaligus, lanjut dia, pelaksanaan di lapangan bisa berjalan tanpa terputus.
"Kalau kita langsung multi-years, bisa langsung jalannya juga dikerjakan sekaligus," tuturnya.
Selain soal efisiensi, nilai proyek yang besar membuat syarat kualifikasi penyedia jasa ikut naik. Pemerintah provinsi hanya melibatkan perusahaan dengan grade spesifikasi tinggi, yang umumnya sudah berpengalaman di level nasional. Untuk menjaga keterlibatan pelaku usaha daerah, pemprov juga menerapkan skema konten lokal.
"Ketika besar nilainya, maka tentu perusahaan-perusahaan yang kita masukkan semakin tinggi grade spesifikasi perusahaannya, dan yang kerjakan ini sudah pemain nasional. Dan tentu kita buatkan skema lokal konten, bisa gabung 40% minimal untuk dia kerja sama. Sehingga speknya kita memang permantap," tuturnya.
Dia menyebut, mutu beton pada ruas jalan tersebut menggunakan mutu K400 atau mutu beton dengan kuat tekan 400 kg/cm², dan rigid dengan ketebalan 40 sentimeter.
"Ini 40 sentimeter kalau tidak salah, dan besinya lumayan besar ya, sehingga K400 ya," jelasnya.
Dari sisi pengawasan, Andi Sudirman menyebut kontrol terhadap proyek tidak hanya datang dari pemerintah provinsi. Wakil Gubernur dan seluruh anggota DPRD disebutnya rutin turun langsung memantau pekerjaan. Masukan dari lapangan itu menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah.
"Ada Ibu Wagub, seluruh anggota DPRD selalu rutin turun, memberikan masukan, bikin TikTok di lokasi, kemudian menjadi masukan bagi kita. Ini tentu ada check and balance ya," katanya.
Kepala Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Sulsel, Andi Ihsan membeberkan, ruas jalan Burung-Burung Bili-Bili ini masuk dalam paket 1 multi years project bersama 12 ruas lainnya. Total anggaran untuk paket ini mencapai Rp430 miliar .
Sementara khusus ruas jalan Burung-Burung–Bili-Bili ini dianggarkan Rp142 miliar dengan panjang penanganan mencapai 6,9 kilometer.
"Tapi dibagi dua penanganan, 3,5 kilometer untuk pemeliharaan, dan 3,4 kilometer untuk rekonstruksi jalan," jelas Andi Ihsan.
Penulis: Syamsi Nur Fadhila