kabarbursa.com
kabarbursa.com
banner 728x250
News  

Golkar Kritik Program Pisang Pj Gubernur Sulsel

banner 468x60

KabarMakassar.com — Fraksi Partai Golkar DPRD Sulsel mengkritik program budidaya pisang oleh Pj Gubernur Sulsel, Dr Bahtiar Baharuddin. Sebelumnya kritikan juga datang dari para kepala desa yang dialamatkan kepada Pj Gubernur Sulsel.

Dimana terkait wacana lumbung pisang nasional yang akan menjadi program priorias Dirjen Politik dan Pemerintahan Umum Kemendagri itu.

Pemprov Sulsel

“Gagasan itu menarik, tetapi sebaiknya diawali dengan perencanaan yang matang. Memberi edukasi kepada masyarakat, dan mengkaji potensi ekonomi yang real agar tidak sekadar wacana, tapi hasilnya benar benar dirasakan oleh masyarakat,”kata Debby Purnama, juru bicara Fraksi Partai Golkar, saat membacakan Pemandangan Umum Fraksi Golkar dalam rapat Paripurna DPRD Sulsel.

Program ini dianggap makin tak logis karena Pj Gubernur menargetkan menanam pohon pisang hingga satu miliar pohon di atas lahan 500 ribu hektar.

“Bibitnya dari mana, dan siapa yang akan tanam, lalu lahan mana mau ditanami pohon sebanyak itu,”kata Ketua Fraksi Golkar, Rahman Pina, usai paripurna.

Dalam pengantar nota keuangan terkait Ranperda APBD tahun 2024, Pj Gubernur Sulsel, Bachtiar Baharuddin menyampaikan, akan menanam pisang sebanyak itu di seluruh kabupaten kota di Sulawesi Selatan. 

Target tersebut diupayakan rampung hingga akhir tahun 2024 bersamaan dengan masa tugas Bahtiar Baharuddin sebagai Pj Gubernur Sulsel.

“Program pak Pj Gubernur sebenarnya menarik, tetapi harus lewat perencanaan yang matang sehingga hasilnya terukur dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, bukan tiba- tiba muncul. Sekarang saja, pisang coba lihat pisang di pinggir jalan, di pasar pasar, banyak membusuk karena tidak laku,”kata Rahman Pina menambahkan.

Ditambahkan Plt Ketua Golkar Enrekang ini berharap dengan masa tugas yang singkat, gubernur lebih fokus mempertahankan Sulsel sebagai lumbung padi nasional, keberpihakan kepada para petani padi, jagung, kopi, kakao yang nyata nyata telah menjadi benteng tangguh perekonomian Sulsel ketika krisis moneter tahun 1998.

“Ada komoditas yang lain yang juga membutuhkan perhatian dan sudah terbukti menjadi benteng perekonomian masyarakat seperti petani padi, jagung kakao, dan kopi,”katanya.

Sejatinya pemprov kata Rahman Pina, tetap memprioritaskan penganggaran pada bagaimana penyediaan pupuk murah bagi petani, bibit unggul yang murah dan terus memberikan pembinaan atas peningkatan produktivitas lahan- lahan persawahan. Fokus mengatasi kelangkaan gas, kesulitan air bersih.

Meski kritik Pj gubernur terkait program pisang, fraksi terbesar DPRD Sulsel ini memberi penilaian positif atas upaya Pj gubernur menyukseskan Pemilu dan Pilkada 2024 dengan menyiapkan anggaran dan mendorong kabupaten kota melakukan hal yang sama.

“Tidak mudah langsung mencari anggaran hingga angka Rp 200 miliar lebih, tapi Pj bisa melakukan itu. Ini kerja nyata,”katanya. 

PDAM Makassar