Langsung ke konten
News

Geng Motor Bawa Samurai di Gowa, Tiga Orang Diamankan Polisi

Polisi menangkap tiga terduga anggota geng motor di Gowa yang berkonvoi sambil membawa samurai dan diduga mengancam pengendara. Kasus masih dikembangkan.

Nofisari Diperbarui
Polisi saat menangkap pria yang diduga terlibat dalam aksi konvoi geng motor (Dok: Ist)
Polisi saat menangkap pria yang diduga terlibat dalam aksi konvoi geng motor (Dok: Ist)

KabarMakassar.com — Polisi menangkap tiga orang yang diduga terlibat dalam aksi konvoi geng motor sambil membawa senjata tajam jenis samurai di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan.

Ketiganya diamankan Tim Opsnal Satreskrim Polsek Somba Opu di Jalan Wahidin Sudiro Husodo, Kelurahan Batang Kaluku, Kecamatan Somba Opu, pada dini hari Senin (02/11).

Kapolsek Somba Opu, Kompol Hambali, mengungkapkan penangkapan tersebut bermula saat petugas yang tengah melaksanakan patroli rutin mendapati sekelompok orang berkonvoi sambil membawa senjata tajam dan mengancam warga.

"Petugas yang sedang berpatroli langsung bergerak cepat setelah mendapati para pelaku berkonvoi sambil mengancam warga dengan senjata tajam," ujar Kompol Hambali.

Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, puluhan orang yang tergabung dalam kelompok tersebut diduga telah membuat janji melalui grup WhatsApp untuk merencanakan penyerangan ke wilayah Kecamatan Pallangga, Kabupaten Gowa.

Saat mengetahui kedatangan petugas, sebagian besar anggota kelompok tersebut melarikan diri. Dalam pelariannya, mereka juga diduga membuang sejumlah senjata tajam untuk menghilangkan jejak.

Meski demikian, polisi berhasil mengamankan tiga orang berinisial KL (18), AL (18), dan MY (18). Dari penangkapan tersebut, petugas turut menyita sebilah samurai dan sepeda motor yang diduga milik para terduga pelaku.

Ketiganya kemudian dibawa ke Mapolsek Somba Opu untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut oleh Unit Satreskrim.

Atas perbuatannya, ketiga terduga pelaku disebut terancam dijerat Pasal 448 dan 307 KUHP dengan ancaman pidana penjara hingga tujuh tahun.

Sementara itu, polisi masih mengembangkan kasus tersebut untuk memburu anggota kelompok lainnya yang identitasnya telah dikantongi petugas.

 

Penulis: Sholeh Sibali

Pilihan Lain

Berita Terkait

Lihat Semua