KabarMakassar.com -- Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) Andi Sudirman Sulaiman mendorong percepatan proyek pembangunan yang sedang berjalan serta penguatan program pemberdayaan masyarakat sebagai bagian dari evaluasi pembangunan daerah setelah peringatan Hari Jadi ke-357 Sulsel.
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel juga akan memperluas upaya pengentasan kemiskinan, memperbaiki rumah tidak layak huni (RTLH), dan mengembangkan sentra ekonomi untuk mendorong aktivitas masyarakat di berbagai wilayah.
Andi Sudirman mengatakan, program yang telah berjalan perlu diperkuat agar manfaatnya dapat dirasakan masyarakat secara lebih luas. Salah satu perhatian pemerintah daerah ialah penyelesaian proyek tahun jamak atau multi years project yang saat ini masih dalam tahap pengerjaan.
Menurutnya, percepatan pelaksanaan proyek tersebut menjadi salah satu agenda pembangunan yang perlu didorong pada 2026 hingga 2027. Upaya ini diharapkan dapat menjaga kesinambungan program pembangunan yang telah direncanakan pemerintah provinsi.
"Ya, ke depan kita tentu harus lebih memperkuat program-program yang sudah dijalankan ya," kata Andi Sudirman, Senin (19/10).
Ia menjelaskan, proyek tahun jamak yang sedang berlangsung perlu mendapat perhatian agar pelaksanaannya bisa berjalan lebih cepat. Pemerintah provinsi berharap pekerjaan yang telah direncanakan dapat terus didorong sesuai tahapan pembangunan ke depan.
"Ada multi years project kita, sekarang in progress, ya. Maka kita berharap bagaimana mempercepat lagi ke depan untuk tahun 2026-2027 nanti," ujarnya.
Selain pembangunan infrastruktur, Andi Sudirman menyoroti perlunya program yang menyentuh kebutuhan masyarakat, terutama kelompok ekonomi menengah ke bawah.
Evaluasi terhadap pelaksanaan pasar murah dan pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) menjadi salah satu bahan untuk menentukan langkah lanjutan pemerintah.
Ia menilai, program pemerintah perlu disertai aksi konkret di daerah agar dampaknya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat. Karena itu, penguatan UMKM akan berjalan beriringan dengan upaya pengentasan kemiskinan dan perbaikan kondisi tempat tinggal warga yang membutuhkan.
"Kita ingin juga melihat animo masyarakat terkait masalah pasar murah kemarin, tentang pemberdayaan UMKM. Kita ingin ada aksi-aksi konkret untuk wilayah-wilayah daerah basis menengah ke bawah," tuturnya.
Andi Sudirman juga memasukkan pembangunan rumah tidak layak huni (RTLH) dan penataan lingkungan dalam sejumlah perhatian pemerintah daerah. Program-program tersebut diarahkan untuk membantu masyarakat sekaligus mendorong perbaikan kondisi lingkungan di wilayah yang menjadi sasaran pembangunan.
Lebih jauh, Pemprov Sulsel juga berencana mengembangkan sentra-sentra pergerakan ekonomi melalui pembangunan sejumlah fasilitas publik. Ruang terbuka hijau dan ruang publik di beberapa titik wilayah menjadi bagian dari rencana tersebut.
Keberadaan fasilitas itu diharapkan dapat membuka ruang bagi kegiatan sosial masyarakat sekaligus mendukung aktivitas ekonomi di sekitarnya.
Dengan demikian, pembangunan tidak hanya berorientasi pada penyediaan infrastruktur, tetapi juga pada pemanfaatan ruang yang dapat menunjang kegiatan warga.
"Dan kemudian, kita ingin pembangunan nanti ada sentra-sentra ya, sentra-sentra pergerakan ekonomi, termasuk misalnya ruang terbuka hijau, ruang publik, yang kita akan bangun di beberapa titik di wilayah, sehingga nanti bisa mensupport ada kegiatan bermasyarakat, ekonomi juga berputar," jelas Andi Sudirman.
Penulis: Syamsi Nur Fadhila