kabarbursa.com
kabarbursa.com
banner 728x250
News  

Eks Mentan SYL Batal Hadiri Panggilan KPK Hari Ini

banner 468x60

KabarMakassar.com — Mantan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) batal menghadiri pemanggilan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) hari ini Rabu (11/10).

Dimana KPK sendiri menjadwalkan memeriksa SYL dalam kasus dugaan korupsi tiga klaster di Kementerian Pertanian (Kementan).

Pemprov Sulsel

Jubir KPK Ali Fikri saat dikonfirmasi kabarmakassar.com membenarkan absennya mantan Gubernur Sulsel dua periode tersebut dengan alasan ibu sedang sakit di Makassar, Sulawesi Selatan.

Diketahui ada tiga klaster korupsi itu yakni pemerasan dalam jabatan, penerimaan gratifikasi, dan tindak pidana pencucian uang (TPPU) hari ini.

“Sesuai dengan informasi yang kami terima, besok Rabu (hari ini) bertempat di gedung Merah Putih, benar tim penyidik KPK menjadwalkan pemanggilan dan pemeriksaan sebagai saksi, Syahrul Yasin Limpo (Menteri Pertanian RI),” ujar Ali Fikri yang juga Kabag Pemberitaan Ali Fikri dalam keterangannya, Selasa (10/10).

SYL melalui kuasa hukumnya menuturkan alasannya dirinya tak bisa hadir hari ini. Dia menyebutkan akan menjenguk sang ibu karena dikabarkan jatuh sakit.

 "Saya menghormati KPK, namun izinkan saya terlebih dahulu menemui ibu di kampung," ujar Syahrul Yasin Limpo melalui kuasa hukumnya Ervin Lubis kepada awak media, Rabu (11/10).

Dia akan tetap mengikuti proses hukum yang tengah berlangsung di lembaga antirasuah saat ini. Namun, Syahrul meminta untuk KPK melakukan penjadwalan ulang atas panggilannya dalam kapasitas sebagai saksi itu.

"Pada surat tersebut disampaikan bahwa pada prinsipnya Syahrul Yasin Limpo sangat menghormati kewenangan dalam Penyidikan KPK dan tetap berkomitmen untuk koperatif menjalani proses hukum ini," ujar Ervin.

Sementara itu,  penyidik KPK pada Jumat (29/10) lalu  mengumumkan telah meningkatkan status kasus dugaan korupsi di Kementan ke tahap penyidikan.

Ali menjelaskan penyidik KPK telah menetapkan sejumlah pihak sebagai tersangka. Namun, KPK belum bisa mengumumkan siapa saja pihak yang dimaksud, karena proses penyidikan dan pengumpulan alat bukti masih berlangsung.

Seiring perkembangan penyidikan tersebut, KPK menggeledah rumah dinas Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) di Kompleks Widya Chandra, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (28/9) dan menemukan barang bukti berupa uang tunai dalam pecahan rupiah dan mata uang asing.

Dimana Ali belum memberikan secara pasti nominal uang yang disita dalam penggeledahan tersebut, tetapi nominal-nya mencapai puluhan miliar.

Selain uang tunai, penyidik KPK menyita sejumlah barang bukti dalam bentuk dokumen dalam proses penggeledahan dimaksud, termasuk beberapa dokumen seperti catatan keuangan dan pemberian aset bernilai ekonomis dan dokumen lainnya.

Selain itu, KPK juga menggeledah dua rumah pribadi Syahrul Yasin Limpo di dua lokasi berbeda yang berada di Kecamatan Rappocini, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu (4/10).

Ditegaskan Jubir KPK bahwa, para tersangka dugaan korupsi di Kementan agar bisa kooperatif ketika dibutuhkan untuk memberikan sebuah keterangan.

"Mereka yang dicegah agar tetap berada di dalam negeri sehingga KPK ingatkan untuk para pihak tersebut, kooperatif mengikuti proses hukum ini," jelasnya.

PDAM Makassar