kabarbursa.com
kabarbursa.com
banner 728x250
News  

Edarkan Ribuan Obat Tramadol, Dua Pengedar Asal Palopo Ditangkap di Torut

banner 468x60

KabarSelatan.id Dua pengedar narkoba asal kota Palopo berinisial IS dan SL berhasil diringkus Polisi karena diduga mencoba mengedarkan obat terlarang di Kabupaten Toraja Utara.

Dari tangan pelaku, Tim Resnarkoba Polres Toraja Utara berhasil mengamankan barang bukti berupa ribuan butir berbagai jenis obat yang masuk dalam daftar G.

Pemprov Sulsel

Kasat Reskrim polres Toraja Utara, Aiptu Syahrul Rajabia menjelaskan penangkapan itu dilakukan setelah menerima laporan warga jika keduanya membawa barang yang mencurigakan.

Berdasarkan hal itu, pihaknya melakukan proses penyelidikan hingga berhasil mengamankan kedua pelaku di wilayah Rantepao pada Rabu (31/5) lalu.

Setelah itu, pihaknya melakukan pengembangan dan berhasil mendapatkan ribuan obat terlarang yang di amankan di rumah kos di Kecamatan Kesu.

"Dari kedua pelaku berhasil di amankan 1900 butir Obat jenis THD, 534 butir Obat Tramadol HCL, 1 buah box paket pengiriman, serta 2 unit Handphone," pungkasnya.

Sementara itu, Kapolres Torut AKBP Zulanda mengatakan bahwa obat Tramadol atau THD merupakan salah satu obat yang berfungsi untuk membantu mengurangi rasa sakit yang sedang hingga cukup parah.

"Efek obat ini mirip dengan Analgesik narkotika, sehingga tidak dijual bebas, melainkan harus melalui resep dokter," kata Zulanda.

Apabila disalahgunakan, maka obat terlarang ini dapat menyebabkan kecanduan, overdosis bahkan kematian. Terutama penggunaan kepada anak atau pun remaja tanpa melalui resep dokter.

"Namun belakangan, obat keras tersebut sering disalahgunakan oleh kaum remaja untuk mabuk-mabukan," ucapnya.

Oleh karena itu,  pihaknya menghimbau kepada Masyarakat untuk tidak mengedarkan atau membeli obat keras daftar G tanpa izin edar.

Apabila tak diindahkan, maka pihaknya tak segan mengambil tindakan tegas sebagai bentuk perlawanan terhadap peredaran narkoba yang membahayakan Masyarakat Kabupaten Toraja Utara.

Berdasarkan infomasi yang dihimpun, sejauh ini Resnarkoba telah melakukan pengamanan kasus  sebanyak tujuh kali pada 2023 lalu.

PDAM Makassar