kabarbursa.com
kabarbursa.com
banner 728x250
News  

Dugaan Korupsi Lahan Bendungan Gilireng Wajo, Jaksa Tahan Oknum Kades

banner 468x60

KabarMakassar.com — Kejaksaan Negeri (Kejari) Wajo menetapkan satu orang tersangka pada kasus tindak pidana korupsi ganti rugi pengadaan lahan untuk pembangunan jaringan irigasi Bendungan Gilireng, Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan (Sulsel). 

Tersangka berinisial SH merupakan Kepala Desa Sakkoli, Kecamatan Sajoanging. Dia ditetapkan sebagai tersangka setelah penyidik Kejari Wajo menemukan dua alat bukti yang sah.

Pemprov Sulsel

Kepala Kejari Wajo Rhamdoni mengatakan, SH ditahan atas kasus tindak pidana korupsi ganti rugi pengadaan tanah untuk pembangunan jaringan irigasi Bendung Gilireng di Desa Sakkoli.

Menurut Rhamdoni, tersangka SH diduga mengeklaim empat bidang tanah yang merupakan aset milik pemerintah dan menerima ganti rugi dari lahan tersebut sebesar Rp 754 juta.

"Seharusnya tidak boleh diterima oleh tersangka. Nilai kerugian negara sebesar Rp 754 juta," ungkap Rhamdoni dalam keterangannya.

Adapun empat lahan yang diklaim oleh tersangka SH, yakni sebidang tanah seluas 6.534 meter persegi di Dusun Cinaga, Desa Sakkoli, yang merupakan milik Pemprov Sulsel. 

Selanjutnya sebidang tanah seluas 2.039 meter persegi di Dusun Cinaga yang merupakan aset Pemkab Wajo.

Selain itu, sebidang tanah seluas 198 meter persegi di Dusun Cinaga yang merupakan milik Pemprov Sulsel serta sebidang tanah seluas 360 meter persegi yang merupakan milik Pemprov Sulsel.

"Dilakukan penahanan terhadap tersangka selama 20 hari ke depan," tandas Ramdhoni.

Saat dikonfirmasi, Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasi Penkum) Kejati Sulsel, Soetarmi menambahkan bahwa Kejati Sulawesi Selatan menetapkan seorang tersangka dan menahannya atas dugaan tindak pidana korupsi pengadaan tanah untuk pembangunan jaringan irigasi DI Gilireng, di Desa Sakkoli, Kecamatan Sajoangin, Kabupaten Wajo.

“Yah, sudah ada satu orang kita tetapkan tersangka dan menahannya terkait dugaan korupsi pengadaan tanah untuk pembangunan jaringan irigasi DI Gilireng, di Desa Sakkoli, Kecamatan Sajoangin, Kabupaten Wajo,” ucapnya, Rabu (04/10).

Dimana hal ini berdasarkan Surat Penetapan Tersangka Kepala Kejaksaan Negeri Wajo Nomor : 2019/P.4.19/Fd.1/10/2023 tanggal 03 Oktober 2023. Kemudian Surat Perintah Penahanan Kepala Kejaksaan Negeri Wajo Nomor : Print- 01/P.4.19/Fd.1/10/2023 tanggal 03 Oktober 2023, selama 20 hari sejak tanggal 03 Oktober 2023 s/d Tanggal 02 November 2023 di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Sengkang Kabupaten Wajo.

“SH ditetapkan sebagai tersangka dan dilakukan penahanan setelah Penyidik memperoleh dua alat bukti yang cukup,” ujarnya.

PDAM Makassar