KabarSelayar.id – Ngopi milenial atau Ngomong Politik Islam diselenggarakan oleh DPD Garda Ummat Kepulauan Selayar dengan mengusung tema "Pemuda dan Paradigma Politik Islam" berlangsung di Kopita Jl. Kartini No. 25 Benteng, Jum’at, (22/04).
Dalam dialog tersebut, dihadiri oleh para pemuda dari berbagai organisasi ormas, ortom, dan komunitas pemuda lainnya yang ada di Kab. Kepulauan Selayar. Reszki Amalyah sebagai moderator membuka jalannya acara dengan orasi singkatnya sebagai pengantar.
Kemudian dilanjutkan oleh narasumber, Dr. KH. Achmad Buchori Muslim merupakan salah satu Tokoh Nasional yang saat ini menjabat sebagai Wakil Ketua Umum DPP Partai Ummat dan Direktur An Nahl. Dalam paparan materinya menyebutkan bahwa, jika bicara tentang pemuda, peran pemuda sudah diabadikan oleh Allah SWT dalam Al Qur'an, menggambarkan bahwa pemuda yang berkarakter, punya power, dan berenergi yang berlandaskan ilmu serta iman.
"Terkadang jika kita berbicara tentang iman itu ruangannya terbatas, cukup di masjid, majelis taklim, pengajian dan sebagainya. Padahal iman itu adalah hal yang paling esensial, hal yang membuat kita berbeda dari makhluk Allah yang lain, hal yang memberikan kita nilai sebagai sosok penting dan berarti yang sukses itu menurut Al Qur'an bukan hanya sukses meraih dunia saja,tetapi juga sukses meraih akhirat," jelasnya.
KH. Achmat Buchari Muslim juga mengajak pemuda untuk meraih kesuksesan dengan sebuah landasan keimanan kepada Allah SWT, menjadikan pencapaian di dunia sebagai alat untuk meraih kesuksesan yang sesungguhnya di Akhirat. Semua manusia sudah diberikan potensinya masing-masing oleh Allah SWT, tinggal bagaimana mengembangkannya.
"Manusia itu sudah dibekali dengan potensinya masing-masing, tinggal bagaimana cara kita mengembangkan potensi itu, ya tergantung bagaimana kita mengemasnya, bagaimana kita berada dalam lingkungan dan suasana," ungkapnya.
Lebih lanjut, KH. KH. Achmat Buchari memaparakan 3 hal yang mempengaruhi dalam meningkatkan potensi yang miliki yakni: Hal pertama yaitu ilmu, dengan ilmu bisa meraih kemanpuan mendapatkan pengetahuan, memperoleh nilai sehingga dapat menghadirkan sesuatu yang lain. Untuk mendapatkan ilmu itu, bukan hanya di bangku sekolah atau dalam sebuah pendidikan forman namun ilmu bisa diperoleh dari mana saja. Kedua adalah teman dekat atau sahabat dekat, sebab sesoorang terbentuk tergantung dari teman gaulnya. hal ketiga adalah Niat, melakuakn sesuatu harus dibarengi dengan niat karena Allah. Jika berhasil tidak merasa sombong, gagal tidak akan merasa kecewa.
Pada akhir diskusi, Ketua DPD Partai Ummat Kepulauan Selayar, H. Supriadi Laling menyampaikan bahwa, pemuda adalah aset terpenting dalam sebuah Negara, bangsa, dan Agama. Karena pemuda bukan hanya sekedar harapan regenerasi, akan tetapi merupakan bibit-bibit penerus suatu peradaban hingga datangnya akhir zaman.