Langsung ke konten
News

Ditawari Gabung Demokrat, Appi Sebut Ada Prosedur yang Harus Dilalui

Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin alias Appi belum memastikan bergabung dengan Demokrat setelah mendapat ajakan dan menyebut masih ada prosedur yang harus dilalui.

Nofisari Diperbarui
Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin (Dok: Ist)
Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin (Dok: Ist)

KabarMakassar.com — Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin alias Appi hingga kini belum memastikan langkah politiknya setelah mendapat ajakan bergabung dengan Partai Demokrat.

Ajakan tersebut langsung disampaikan Ketua Dewan Pakar DPP Partai Demokrat Andi Alfian Mallarangeng yang sengaja langsung ke Makassar untuk meminang eks CEO PSM itu pada Sabtu (03/10).

Ia mengaku sangat menghargai tawaran tersebut, tetapi masih harus menyelesaikan urusan internal partai yang saat ini menaungi dirinya sebelum mengambil keputusan lebih jauh.

Appi menegaskan, responsnya bukan berarti menolak ajakan yang disampaikan Andi Alfian. Namun, ia juga belum bisa langsung menyatakan menerima tawaran tersebut karena ada prosedur dan etika politik yang harus dijaga dengan baik.

“Bukan menolak, bukan tidak menerima, bukan juga langsung menerima dan mengiyakan. Ada prosedur yang harus kami lewati,” kata Appi, Sabtu (04/10).

Menurut Appi, komunikasi dengan Andi Alfian bukan kali pertama ia lakukan. Keduanya telah berbincang mengenai berbagai hal, termasuk pembangunan Kota Makassar, sebelum pembicaraan mengarah pada tawaran bergabung ke partai berlogo mercy itu.

Ia sangat mengapresiasi keseriusan Demokrat yang secara langsung menyampaikan ajakan tersebut. Appi juga mengingat dukungan partai itu saat dirinya maju dalam Pemilahan Wali Kota (Pilwalkot) Makassar 2020, termasuk kehadiran Ketua Umum Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dalam beberapa waktu saat kampanye.

“Demokrat sudah memberikan support dan dukungan kepada saya dalam pemilihan Wali Kota Makassar. Pada 2020, bahkan secara langsung AHY datang ke Makassar untuk memberikan dukungan itu, tentu ini bukan hal yang bisa dianggap biasa,” jelasnya.

Appi mengakui ada sejumlah hal yang dinilai sejalan antara dirinya dan Demokrat. Meski demikian, ia menekankan bahwa keputusan untuk bergabung tidak bisa dilakukan begitu saja tanpa menyelesaikan tanggung jawab politik yang masih melekat.

Ia juga menegaskan statusnya saat ini masih sebagai kader partai. Karena itu, komunikasi internal dan penyelesaian persoalan administratif menjadi bagian yang harus dituntaskan sebelum menentukan langkah berikutnya.

Saat ditanya apakah dirinya hampir pasti berlabuh ke Demokrat, Appi memberikan jawaban yang belum mengarah pada kepastian.

“Kalau masih ada kata hampirnya, kan belum,” katanya.

Appi menjelaskan, waktu yang dibutuhkan untuk mengambil keputusan belum dapat dipastikan. Prosesnya bisa berlangsung dalam hitungan hari hingga beberapa bulan, bergantung pada penyelesaian urusan internal dan pertimbangannya sendiri. Ia tak ingin terburu-buru mengambil keputusan terkait dengan ajakan Demokrat.

“Bisa satu bulan, bisa dua bulan, tapi bisa juga dua hari atau tiga hari,” ungkapnya.

Ia menambahkan, etika politik harus tetap dikedepankan dalam dinamika perpindahan kader. Menurutnya, keputusan tersebut tidak boleh menimbulkan persoalan dengan partai yang masih menaunginya.

Appi juga menyebut dirinya belum memperoleh informasi terperinci mengenai dinamika internal partai, termasuk proses kepengurusan yang akan datang. Karena itu, ia memilih tidak berspekulasi terlalu jauh.

"Nda ya, belum soal struktur dan lain kita jalan aja dulu bagaimana kedepannya," tukas Appi.

 

Penulis: Nursinta

Pilihan Lain

Berita Terkait

Lihat Semua